JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian selaku Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana meminta kepada instansi pemerintah yang memiliki sekolah kedinasan untuk ikut mengirimkan siswanya ke lokasi bencana.
Mendagri Tito Karnavian mengaku sudah mendapat kesiapan pengerahan siswa dari sekolah kedinasan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Biro Pusat Statistik (BPS).
BACA JUGA:DJP Hormati Proses Hukum usai Pegawai Pajak Jakut Kena OTT KPK
BACA JUGA:Resmi Mendarat! John Herdman Beserta Keluarga Akhirnya Injakkan Kaki di Indonesia, Era Baru Timnas Dimulai
Menurut Tito, pengerahan siswa maupun pengerahan personil TNI dan Polri dibutuhkan untuk dua aktivitas mendesak yang harus segera dituntaskan. Keduanya adalah pembersihan lumpur di darat dan sungai serta perbaikan akses darat.
"Pembersihan lumpur sangat penting (dituntaskan). Ada dua lokasi yang perlu segera dibersihkan yaitu daratan dan sungai. Di daratan, mulai dari rumah-rumah, toko hingga gang, harus dibersihkan," ujar Mendagri, Sabtu 10 Januari 2026.
Mendagri menjelaskan, masih ada 15 daerah yang diklasifikasikan belum normal usai banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatra.
BACA JUGA:Setahun Program MBG, Siswa SMKN 1 Jakarta Tabung Uang Jajan
BACA JUGA:Paul Scholes Bongkar Rekrutan Terburuk Manchester United: Mark Bosnich Tak Bisa Nendang Bola!
Belasan daerah yang belum normal itu meliputi tujuh daerah di Aceh, lima daerah di Sumatra Utara dan tiga di Sumatra Barat.
Di Aceh, daerah yang belum normal usai bencana yakni Aceh Timur, Aceh Tengah, Aceh Utara, Gayo Lues, Aceh Tamiang, Bener Meriah, dan Pidie Jaya.
Sedangkan daerah di Sumut yang belum normal meliputi Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, dan Sibolga. Di Provinsi Sumbar, daerah yang belum normal yakni Padang Pariaman, Tanah Datar, dan Agam.
Untuk mempercepat pembersihan lumpur itu, personel di lapangan diusulkan ditambah, bisa dari kepolisian dan TNI, maupun sekolah kedinasan.
BACA JUGA:Kadin Indonesia Siap Tampil di WEF Davos 2026, Fokus Investasi, Perdagangan dan Diplomasi Global
BACA JUGA:Kemenhaj Ingatkan PK Haji Khusus Bagian Mekanisme Resmi, Nilai Manfaat Hak Jemaah
- 1
- 2
- »



