KYIV, KOMPAS.TV - Serangan drone Ukraina memicu kebakaran di sebuah depot minyak Rusia di wilayah Volgograd pada Sabtu (10/1/2026), sehari setelah Moskow meluncurkan rudal hipersonik baru disertai gelombang drone dan senjata lain yang mengganggu pasokan listrik serta pemanas di Ukraina.
Insiden ini menandai eskalasi terbaru dalam perang yang hampir memasuki tahun keempat.
Gubernur Volgograd Andrei Bocharov mengatakan belum ada laporan korban jiwa.
Otoritas setempat mempertimbangkan evakuasi warga yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran, meski tingkat kerusakan belum dirinci.
Dilansir Associated Press, Staf Umum Ukraina menyatakan telah menyerang depot minyak Zhutovskaya pada malam hari.
Baca Juga: Rusia Bombardir Ukraina dengan Rudal Balistik Terbaru, Sebut Balasan atas Serangan ke Rumah Putin
Dalam pernyataan di Telegram, militer Ukraina mengatakan fasilitas itu memasok bahan bakar bagi pasukan Rusia dan penilaian dampak masih berlangsung.
Kyiv menegaskan serangan jarak jauh terhadap infrastruktur energi Rusia ditujukan untuk menggerus pendapatan ekspor minyak Moskow yang menopang invasi skala penuh.
Serangan tersebut terjadi setelah Rusia pada Jumat (9/1/2026) malam hingga Sabtu melancarkan rentetan serangan besar ke Ukraina—ratusan drone dan puluhan rudal—yang menewaskan sedikitnya empat orang di Kyiv dan memutus listrik serta pemanas di sejumlah wilayah.
Untuk kedua kalinya sepanjang perang, Rusia menggunakan rudal hipersonik Oreshnik yang berkemampuan nuklir. Rudal itu menghantam bagian barat Ukraina.
Langkah itu dipandang sebagai peringatan keras kepada sekutu NATO Kyiv.
Eskalasi militer ini datang di tengah laporan adanya kemajuan signifikan dalam pembicaraan antara Ukraina dan para mitranya mengenai skema pertahanan pascaperang, jika kesepakatan damai yang dipimpin Amerika Serikat tercapai.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Associated Press
- perang Rusia Ukraina
- drone Ukraina Rusia
- depot minyak Volgograd
- rudal hipersonik Rusia
- Rusia
- Rusia ukraina





