Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina (Persero) menyebutkan, program pelatihan Pertapreneur Aggregator merupakan upaya perusahaan menyiapkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tumbuh secara berkelanjutan.
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu menyampaikan, penguatan UMKM dengan fondasi organisasi yang sehat, sejalan Astacita Presiden Prabowo poin 3, yaitu penguatan ekonomi rakyat yang berkeadilan dan berkelanjutan.
"UMKM perlu dipersiapkan agar mampu tumbuh sebagai organisasi yang tangguh. Dengan sistem yang kuat, UMKM tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja dan membangun ekosistem usaha yang berdaya saing," ujarnya.
Baron melanjutkan Pertapreneur Aggregator telah mendorong perubahan cara berpikir UMKM dalam mengembangkan usahanya.
Baca juga: Pertamina fasilitasi 5.888 sertifikasi UMKM mitra binaan pada 2025
"Program Pertapreneur Aggregator (PAG) adalah program pendampingan UMKM berkelanjutan, yang dirancang untuk memperkuat ekosistem UMKM melalui kolaborasi, menembus akses pasar lebih luas, dan peningkatan kualitas usaha," tambahnya.
Ia mencontohkan salah satu UMKM binaan, Harumi Fashion asal Jakarta, yang masuk dalam 10 besar PAG.
Lewat usahanya, Harumi membantu para pelaku UMKM lain untuk tampil profesional dan menarik di mata pasar.
Dia mengembangkan usaha desain produk baju Muslim, mukena, jilbab, yang kini diminati UMKM yang ingin memiliki ciri khas produk fesyen.
Baca juga: Menteri UMKM mengapresiasi komitmen Pertamina dukung usaha mikro
Harumi pun memandang UMKM sebagai mitra strategis dalam mengembangkan usahanya.
Setelah mengikuti Pertapreneur Aggregator, UMKM tersebut mulai keluar dari pola founder-centric menuju organisasi berbasis sistem, kepemimpinan, dan kolaborasi.
"Dulu segala hal bergantung ke saya. Sekarang saya sadar, bisnis agar bisa berkembang tidak boleh bergantung pada satu orang," kata Harumi Kartini, pendiri Harumi Fashion.
Standardisasi kerja, pembagian peran, dan pengambilan keputusan yang sebelumnya bertumpu pada dirinya kini mulai dijalankan melalui sistem.
Baca juga: Pameran Pertamina SMEXPO 2025 libatkan 51 UMKM binaan
Untuk pertama kalinya, Harumi Fashion menyelenggarakan annual meeting sebagai sebuah organisasi, bukan sekadar usaha yang bergantung pada pemilik.
"Sekarang saya tidak lagi memegang semua peran. Fokus saya adalah memastikan sistem berjalan dan tim tahu arah yang dituju," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa perannya sebagai CEO kini lebih strategis dibanding operasional.
Transformasi pola pikir ini juga mengubah caranya mengambil keputusan bisnis.
Baca juga: Pertamina seleksi 30 UMKM menuju Pertapreneur Aggregator 2025
Ia kini lebih selektif dan berani menolak peluang yang tidak sejalan dengan strategi jangka panjang.
"Bukan karena tidak mau tumbuh, tapi karena kami sudah paham mana yang relevan dan mana yang hanya distraksi, sehingga kami memiliki arah bisnis yang jelas dan terukur," jelas Harumi.
Baron menambahkan melalui Pertapreneur Aggregator, Pertamina membangun UMKM yang tidak hanya tumbuh dari sisi omzet, tetapi juga matang secara organisasi.
"Dengan fondasi sistem dan kepemimpinan yang kuat, UMKM diharapkan mampu bertahan, berkembang, dan memberi dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat," sebutnya.
Baca juga: Dari 100 UMKM, Kini Terseleksi 30 UMKM Siap Berkompetisi Menuju Top 10 Pertapreneur Aggregator 2025
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu menyampaikan, penguatan UMKM dengan fondasi organisasi yang sehat, sejalan Astacita Presiden Prabowo poin 3, yaitu penguatan ekonomi rakyat yang berkeadilan dan berkelanjutan.
"UMKM perlu dipersiapkan agar mampu tumbuh sebagai organisasi yang tangguh. Dengan sistem yang kuat, UMKM tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja dan membangun ekosistem usaha yang berdaya saing," ujarnya.
Baron melanjutkan Pertapreneur Aggregator telah mendorong perubahan cara berpikir UMKM dalam mengembangkan usahanya.
Baca juga: Pertamina fasilitasi 5.888 sertifikasi UMKM mitra binaan pada 2025
"Program Pertapreneur Aggregator (PAG) adalah program pendampingan UMKM berkelanjutan, yang dirancang untuk memperkuat ekosistem UMKM melalui kolaborasi, menembus akses pasar lebih luas, dan peningkatan kualitas usaha," tambahnya.
Ia mencontohkan salah satu UMKM binaan, Harumi Fashion asal Jakarta, yang masuk dalam 10 besar PAG.
Lewat usahanya, Harumi membantu para pelaku UMKM lain untuk tampil profesional dan menarik di mata pasar.
Dia mengembangkan usaha desain produk baju Muslim, mukena, jilbab, yang kini diminati UMKM yang ingin memiliki ciri khas produk fesyen.
Baca juga: Menteri UMKM mengapresiasi komitmen Pertamina dukung usaha mikro
Harumi pun memandang UMKM sebagai mitra strategis dalam mengembangkan usahanya.
Setelah mengikuti Pertapreneur Aggregator, UMKM tersebut mulai keluar dari pola founder-centric menuju organisasi berbasis sistem, kepemimpinan, dan kolaborasi.
"Dulu segala hal bergantung ke saya. Sekarang saya sadar, bisnis agar bisa berkembang tidak boleh bergantung pada satu orang," kata Harumi Kartini, pendiri Harumi Fashion.
Standardisasi kerja, pembagian peran, dan pengambilan keputusan yang sebelumnya bertumpu pada dirinya kini mulai dijalankan melalui sistem.
Baca juga: Pameran Pertamina SMEXPO 2025 libatkan 51 UMKM binaan
Untuk pertama kalinya, Harumi Fashion menyelenggarakan annual meeting sebagai sebuah organisasi, bukan sekadar usaha yang bergantung pada pemilik.
"Sekarang saya tidak lagi memegang semua peran. Fokus saya adalah memastikan sistem berjalan dan tim tahu arah yang dituju," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa perannya sebagai CEO kini lebih strategis dibanding operasional.
Transformasi pola pikir ini juga mengubah caranya mengambil keputusan bisnis.
Baca juga: Pertamina seleksi 30 UMKM menuju Pertapreneur Aggregator 2025
Ia kini lebih selektif dan berani menolak peluang yang tidak sejalan dengan strategi jangka panjang.
"Bukan karena tidak mau tumbuh, tapi karena kami sudah paham mana yang relevan dan mana yang hanya distraksi, sehingga kami memiliki arah bisnis yang jelas dan terukur," jelas Harumi.
Baron menambahkan melalui Pertapreneur Aggregator, Pertamina membangun UMKM yang tidak hanya tumbuh dari sisi omzet, tetapi juga matang secara organisasi.
"Dengan fondasi sistem dan kepemimpinan yang kuat, UMKM diharapkan mampu bertahan, berkembang, dan memberi dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat," sebutnya.
Baca juga: Dari 100 UMKM, Kini Terseleksi 30 UMKM Siap Berkompetisi Menuju Top 10 Pertapreneur Aggregator 2025




