Bisnis.com, JAKARTA — Emiten pertambangan anggota holding MIND ID, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) mencatatkan total pengeluaran eksplorasi preliminary unaudited sebesar Rp245,76 miliar hingga Desember 2025.
Berdasarkan laporan resmi perseroan, aktivitas eksplorasi sepanjang 2025 berfokus pada tiga komoditas utama, yakni emas, nikel, dan bauksit.
Langkah tersebut dilakukan melalui pendekatan terintegrasi yang mencakup survei geodesi, geofisika, hingga pemanfaatan informasi geografis.
“Kegiatan eksplorasi dilaksanakan untuk memastikan kecukupan potensi sumber daya dan cadangan mineral strategis perusahaan,” ucap Corporate Secretary Antam Wisnu Danandi Haryanto, Jumat (9/1/2026).
Terkait komoditas emas, eksplorasi dilakukan di tambang Pongkor, Jawa Barat. Kegiatan tersebut mencakup pengeboran bawah tanah, pengeboran permukaan, serta pemetaan geologi dan pengambilan sampel.
Sebelumnya, Direktur Pengembangan Usaha Antam, I Dewa Wirantaya, mengatakan terus melakukan evaluasi eksplorasi guna memastikan potensi perpanjangan umur tambang Pongkor setelah 2030. Di saat yang sama, strategi ekspansi organik dan anorganik mulai difokuskan ke luar wilayah operasional.
Baca Juga
- Indeks Bisnis-27 Ditutup Melemah, Saham INCO, ANTM, hingga MEDC Masih Menguat
- Alasan JP Morgan Pilih ANTM saat Prospek Harga Emas dan Nikel Mengilap
- Saham ANTM, ASII hingga BBCA, Jadi Incaran Asing saat IHSG Kinclong
“Antam tetap mengedepankan pengembangan bisnis dari sisi organik dan anorganik. Dari sisi organik, kami lagi tingkatkan eksplorasi di Pongkor untuk memastikan bahwa setelah 2030, Pongkor bisa diperpanjang,” ucap Dewa.
Selain penguatan cadangan di dalam negeri, Dewa mengungkapkan bahwa secara anorganik, ANTM sudah melirik beberapa lokasi untuk mengikuti lelang internasional, seperti di kawasan Timur Tengah maupun di daerah Kazakhstan.
Sementara untuk nikel, eksplorasi tersebar di beberapa titik strategis di Indonesia Timur, yakni Konawe Utara dan Pomalaa di Sulawesi Tenggara, serta Buli di Maluku Utara melalui anak usahanya, PT Sumberdaya Arindo (PT SDA).
Aktivitas di sektor nikel meliputi pengeboran single tube, survei geofisika resistivity, pengukuran grid dan percontoan hingga analisis laboratorium.
Di sektor bauksit, emiten pelat merah ini memfokuskan kegiatan di Kalimantan Barat, tepatnya di wilayah Tayan, Landak, serta Mempawah-Toho.
Antam tercatat melakukan pembuatan sumur uji (test pit) dan analisis kimia menyeluruh untuk menilai potensi sumber daya di wilayah tersebut.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.



