Jakarta: Dinas Bina Marga DKI Jakarta menata dan membongkar tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said. Belum ada kepastian mengenai pembongkaran tiang monorel di Jalan Asia Afrika.
“Saat ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga masih terfokus untuk penataan kawasan Jalan HR Rasuna Said,” kata Kapusdatin Dinas Bina Marga Jakarta Dinar Wenny, pada Metrotvnews.com, Sabtu, 10 Januari 2026.
Ketika ditanya kapan rencana pembongkaran di Jalan Asia Afrika, Dinar tak menjawab pasti. Anggaran Rp100 miliar yang sudah disiapkan, hanya untuk pembongkaran di Jalan Rasuna Said.
Baca Juga :Dinas Bima Marga DKI Ajak Bicara 2 Perusahaan PJ Tiang Monorel Mangkrak
“Termasuk kegiatan pembongkaran tiang monorel, penataan jalan dan trotoar, peningkatan sarana pejalan kaki dan penyesuaian elemen pendukung agar lebih aman dan nyaman,” ujar Dinar.
Dinas Bina Marga berharap penataan kawasan ini dapat meningkatkan keindahan kota, kenyamanan pejalan kaki, keselamatan pengguna jalan, serta sebagai upaya mengurai kemacetan dan perbaikan mobilitas di Jakarta.
Selain itu, Dinas Bina Marga Provinsi Jakarta tengah berkoordinasi dengan dua perusahaan yang menggarap tiang monorel atau kereta api satu rel mangkrak sejak 2007 di Jalan HR Rasuna Said hingga Jalan Asia Afrika. Perusahaan tersebut adalah PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) dan PT Jakarta Monorail (PT JM).
“Masih kami koordinasikan ya, nanti saya kabari kembali,” Kapusdatin Dinas Bina Marga Jakarta Dinar Wenny, dikutip pesan tertulis pada Metrotvnews.com, Jumat, 9 Januari 2026.
Meski demikian, Dinar enggan menjabarkan lebih jauh apa saja yang sudah dibahas dengan kedua perusahaan tersebut. Selain itu, pihak Bina Marga juga menegaskan bahwa pembongkaran tiang monorel tersebut akan dilakukan pada pekan ketika Januari 2026.
“Insya Allah pekan ketiga Januari 2026,” tulis Dinar.
Tiang monorel di Jalan Asia Afrika. Foto: Metro TV/Dinda
Pemprov Jakarta mengalokasikan anggaran hingga Rp100 miliar untuk membongkar 98 tiang monorel yang mangkrak di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Proyek pembongkaran ini merupakan bagian dari penataan menyeluruh koridor tersebut agar lebih rapi dan fungsional.
“Anggaran pembongkaran ini jadi satu dengan penataan jalan dan trotoarnya. Totalnya semua sekitar Rp100 miliar,” ujar Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo di Balai Kota Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu, 7 Januari 2026.
Heru merinci bahwa dana tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jakarta. Anggaran tersebut mencakup biaya pembongkaran struktur beton tiang monorel hingga perbaikan jalan dan trotoar di sepanjang kawasan tersebut.

