Banjir Putus Jalan Provinsi Penghubung Agam–Limapuluh Kota, Akses Palupuh Lumpuh Total

tvonenews.com
18 jam lalu
Cover Berita

Lubuk Basung, tvOnenews.com — Jalan provinsi yang menghubungkan Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, dengan Koto Tinggi, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, terputus total akibat banjir yang melanda wilayah tersebut, Sabtu (10/1/2026) sore. Putusnya akses ini berdampak langsung pada mobilitas warga serta distribusi logistik antarwilayah.

Badan jalan provinsi tersebut terban di Jorong Tigo Kampung, Nagari Pagadih, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam. Material jalan dilaporkan terbawa arus banjir setelah Sungai Batang Pagadih meluap akibat curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan itu sejak Jumat (9/1/2026) hingga Sabtu.

Camat Palupuh, Nong Rianto, mengatakan derasnya aliran sungai membuat badan jalan tidak mampu menahan tekanan air sehingga runtuh dan hanyut terbawa arus. Akibatnya, jalur alternatif Palupuh menuju Koto Tinggi tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Air sungai cukup deras sehingga badan jalan terbawa arus. Saat ini akses tersebut tidak dapat dilalui kendaraan dan terputus total,” kata Nong Rianto saat dikonfirmasi di Lubuk Basung, Sabtu malam.

Ia menjelaskan, hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi secara terus-menerus selama dua hari terakhir menjadi pemicu utama banjir dan kerusakan infrastruktur di wilayah tersebut. Kondisi geografis Palupuh yang berbukit dan dilalui aliran sungai memperbesar risiko terjadinya banjir bandang dan terban jalan.

Selain menyebabkan putusnya jalan provinsi, banjir juga merendam satu unit rumah warga di Jorong Pagadih Mudiak, Nagari Pagadih. Rumah tersebut diketahui milik Sahrial. Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini.

“Untuk sementara, tercatat satu rumah warga terendam banjir. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian material masih dalam pendataan,” ujarnya.

Nong Rianto mengungkapkan, kejadian ini memperparah kondisi infrastruktur di wilayah Palupuh yang sebelumnya juga sempat terdampak bencana. Pada akhir November 2025 lalu, jalan alternatif kabupaten di kawasan tersebut tertimbun tanah longsor dan mengalami terban di sejumlah titik akibat hujan lebat.

Akibat longsor tersebut, beberapa jorong di Nagari Pagadih sempat terisolasi karena akses jalan tidak dapat dilalui kendaraan. Pemerintah Kabupaten Agam kala itu langsung mengerahkan alat berat untuk membersihkan material tanah dan membuka kembali akses lalu lintas.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tragis! Ayah di Bulukumba Tewas Ditikam Anak Tiri Usai Tolak Belikan Sepeda Motor
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Denda Rp1 Juta Efektif, Desa Bedulu Gianyar Bali Mulai Bersih dari Sampah
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Penjelasan OJK soal Gugurnya Sejumlah Pinjol pada 2025
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Jule Diduga Bongkar Tabiat Buruk Na Daehoon, Netizen: Di-KDRT Kok Malah Menggatal?
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
Ilmuwan Ungkap Peran Estrogen Picu Nyeri Usus Kronis Lebih Parah pada Perempuan
• 23 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.