MerahPutih.com - Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri, secara tegas mengecam intervensi militer Amerika Serikat (AS) menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya.
Presiden ke-5 Republik Indonesia itu menegaskan sikap PDIP yang menolak segala bentuk intervensi, pemaksaan kehendak, dan penggunaan kekuatan terhadap negara berdaulat.
Menurut Megawati, operasi militer yang dilaporkan telah menculik Presiden Maduro merupakan pelanggaran berat terhadap kedaulatan Venezuela dan hukum internasional, serta memicu kecaman dunia internasional.
Baca juga:
Pesawat CN-235 Buatan Indonesia Dipakai AS di Operasi Maduro, DPR: Perkuat Alutsista Nasional
“Aksi ini merupakan wujud neokolonialisme dan imperialisme modern, yang secara terang-terangan mengingkari Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa serta prinsip dasar hubungan antarbangsa,” kata Megawati, dalam pidatonya di acara HUT ke-53 dan Rakernas I PDIP di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (10/1).
Seruan Jalur DiplomasiKetum PDIP itu mengingatkan komitmen sejarah Indonesia sejak Konferensi Asia Afrika yang digagas Presiden Soekarno untuk konsisten menentang imperialisme dalam segala bentuknya.
Megawati juga menekankan bangsa Indonesia menolak tatanan dunia yang membenarkan dominasi kekuatan besar atas hak bangsa lain.
Baca juga:
Culik Nicolas Maduro, Presiden AS Donald Trump Klaim Venezuela akan Serahkan 50 Juta Barel Minyak kepada AS
“Demokrasi sejati tidak lahir dari moncong senjata, keadilan tidak tumbuh dari agresi sepihak, dan peradaban tidak dibangun di atas penghinaan martabat suatu bangsa,” ujarnya.
Oleh karenanya, konflik internasional, termasuk di Venezuela, diselesaikan melalui jalur dialog, diplomasi, dan hukum internasional. “Bukan melalui kekerasan yang hanya akan memperpanjang penderitaan rakyat sipil,” tandas Megawati. (Pon)





