- Rocky Gerung terkesan dengan pidato Megawati di HUT ke-53 PDIP yang fokus pada kemanusiaan dan lingkungan.
- Pidato Megawati menyoroti tiga poin penting: politik global, etika lingkungan, dan solidaritas kemanusiaan bagi kader.
- Rocky mengapresiasi pidato Megawati di Ancol karena menghindari isu politik praktis dan menyentuh isu peradaban.
Suara.com - Pengamat politik Rocky Gerung memberikan apresiasi tinggi usai menghadiri langsung perayaan HUT ke-53 sekaligus pembukaan Rakernas PDI Perjuangan.
Rocky mengaku sangat gembira dan terkesan dengan isi pidato politik yang disampaikan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
Ia menilai Megawati berhasil melampaui ekspektasi publik yang awalnya menunggu isu politik praktis. Sebaliknya, Megawati justru membawa narasi besar mengenai kemanusiaan, lingkungan hidup, dan persahabatan dunia yang dinilainya sangat relevan dengan generasi milenial.
“Saya gembira karena diundang oleh Ibu Megawati untuk mendengarkan hal yang betul-betul jernih, tulus, dan berani,” ujar Rocky Gerung usai mengikuti acara di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (10/1/2026).
Rocky mencatat ada tiga poin fundamental yang menjadi inti dari “kuliah” Megawati dalam acara tersebut.
Pertama adalah mengenai politik global, di mana Megawati menekankan kedaulatan negara dan menolak segala bentuk pencaplokan atau intervensi negara asing, berkaca pada situasi di Venezuela.
Kedua, Rocky memuji kedalaman pemahaman Megawati soal etika lingkungan (environmental ethics).
Menurutnya, penjelasan Megawati soal perubahan iklim (climate change) bukan sekadar teori teks buku, melainkan hasil refleksi mendalam, termasuk dari pertemuannya dengan Paus Fransiskus.
“Ibu Megawati mendalami isu lingkungan melebihi pengetahuan teknis yang ada di buku teks. Beliau mengingatkan anak muda bahwa merusak lingkungan artinya merusak peradaban,” lanjutnya.
Baca Juga: Megawati Tantang Militansi Kader: Buktikan Kalian Orang PDIP, Bantu Saudara Kita di Sumatra
Poin ketiga yang dianggap paling penting oleh Rocky adalah soal solidaritas kemanusiaan (human solidarity).
Ia melihat Megawati ingin menanamkan tugas kepada kader PDIP untuk merawat persahabatan antarmanusia dan menciptakan dunia tanpa kekerasan.
Lebih lanjut, Rocky menyoroti suasana batin Megawati yang tampak sangat lepas dan bahagia di akhir acara, bahkan hingga ikut bernyanyi bersama para hadirin. Bagi Rocky, hal ini menunjukkan kejujuran seorang pemimpin dalam melihat keadaan dunia.
“Saya tangkap Ibu Megawati bergembira di akhir acara. Kalau melihat batin beliau itu bersih, dia mudah mengucapkan sesuatu yang mungkin selama ini ditahan-tahan oleh publik,” ungkapnya.
Rocky menyimpulkan bahwa meskipun Megawati tidak bicara mengenai teknis politik kekuasaan secara gamblang, pesan yang disampaikan justru menyentuh akar masalah dunia saat ini, termasuk kritik terhadap arogansi internasional dan kapitalisme rakus yang merusak alam.
“Beliau paham tentang politik, tapi ada yang lebih penting yaitu tertib dunia internasional dan tertib alam. Itulah inti dari apa yang disampaikan tadi,” pungkasnya.



