Jakarta (ANTARA) - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) memprioritaskan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah agar ramah disabilitas sebagai pilihan aksesibilitas di kawasan padat.
"Seperti yang sebelumnya disampaikan Bapak Gubernur Pramono Anung, revitalisasi JPO Sarinah merupakan langkah nyata Pemprov DKI dalam menghadirkan pilihan aksesibilitas yang inklusif," kata Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza di Jakarta, Sabtu.
Welfizon mengatakan fokus utama Transjakarta adalah memastikan kelompok disabilitas, lansia, dan ibu hamil memiliki fasilitas yang aman serta nyaman untuk menyeberang di kawasan padat tersebut melalui penyediaan lift.
Dia memastikan pembangunan ini tidak akan menghilangkan fasilitas yang sudah ada, termasuk penyeberangan pejalan kaki yang dikontrol lampu lalu lintas atau dikenal sebagai persimpangan pelikan (pelican crossing).
"'Pelican crossing' tetap beroperasi normal bagi pejalan kaki di permukaan jalan," ucapnya.
Dengan demikian, JPO Sarinah akan berfungsi sebagai opsi tambahan yang terintegrasi dengan moda transportasi publik, sekaligus mengembalikan nilai sejarahnya sebagai JPO pertama di Indonesia.
Pemerintah Provinsi (Pempro) DKI Jakarta akan membangun kembali jembatan penyeberangan orang (JPO) di Sarinah, Jakarta Pusat karena masih sangat diperlukan, khususnya untuk kaum disabilitas.
JPO Sarinah merupakan JPO pertama di Jakarta. Pada 2022, JPO ini dibongkar dan ditutup pada masa kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Saat itu, penutupan dilakukan dengan alasan penataan kota dan estetika, agar pandangan ke arah Patung Selamat Datang serta gedung-gedung bersejarah di kawasan itu tidak terhalang.
Sebagai gantinya, Pemprov DKI menerapkan "pelican crossing" yang dinilai lebih ramah bagi difabel, lansia dan ibu hamil.
Kini, Pemprov DKI Jakarta kembali mengkaji keberadaan JPO Sarinah dengan mempertimbangkan keselamatan dan kebutuhan semua pengguna jalan.
Baca juga: Pemprov DKI akan kembali bangun JPO di Sarinah
Baca juga: JPO tak efisien di Jakarta bisa dibongkar guna evaluasi infrastruktur
Baca juga: Warga diminta ikut jaga keamanan dua JPO baru di Jakarta
"Seperti yang sebelumnya disampaikan Bapak Gubernur Pramono Anung, revitalisasi JPO Sarinah merupakan langkah nyata Pemprov DKI dalam menghadirkan pilihan aksesibilitas yang inklusif," kata Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza di Jakarta, Sabtu.
Welfizon mengatakan fokus utama Transjakarta adalah memastikan kelompok disabilitas, lansia, dan ibu hamil memiliki fasilitas yang aman serta nyaman untuk menyeberang di kawasan padat tersebut melalui penyediaan lift.
Dia memastikan pembangunan ini tidak akan menghilangkan fasilitas yang sudah ada, termasuk penyeberangan pejalan kaki yang dikontrol lampu lalu lintas atau dikenal sebagai persimpangan pelikan (pelican crossing).
"'Pelican crossing' tetap beroperasi normal bagi pejalan kaki di permukaan jalan," ucapnya.
Dengan demikian, JPO Sarinah akan berfungsi sebagai opsi tambahan yang terintegrasi dengan moda transportasi publik, sekaligus mengembalikan nilai sejarahnya sebagai JPO pertama di Indonesia.
Pemerintah Provinsi (Pempro) DKI Jakarta akan membangun kembali jembatan penyeberangan orang (JPO) di Sarinah, Jakarta Pusat karena masih sangat diperlukan, khususnya untuk kaum disabilitas.
JPO Sarinah merupakan JPO pertama di Jakarta. Pada 2022, JPO ini dibongkar dan ditutup pada masa kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Saat itu, penutupan dilakukan dengan alasan penataan kota dan estetika, agar pandangan ke arah Patung Selamat Datang serta gedung-gedung bersejarah di kawasan itu tidak terhalang.
Sebagai gantinya, Pemprov DKI menerapkan "pelican crossing" yang dinilai lebih ramah bagi difabel, lansia dan ibu hamil.
Kini, Pemprov DKI Jakarta kembali mengkaji keberadaan JPO Sarinah dengan mempertimbangkan keselamatan dan kebutuhan semua pengguna jalan.
Baca juga: Pemprov DKI akan kembali bangun JPO di Sarinah
Baca juga: JPO tak efisien di Jakarta bisa dibongkar guna evaluasi infrastruktur
Baca juga: Warga diminta ikut jaga keamanan dua JPO baru di Jakarta




