Paksu dan Bunda Wajib Tahu, Alasan Mengapa Kompetisi Bahasa Penting untuk Tumbuh Kembang Anak dan Remaja

tvonenews.com
15 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Kemampuan berbahasa asing memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak dan remaja, terutama di tengah dunia yang semakin saling terhubung. 

Sejumlah riset pendidikan menunjukkan bahwa anak yang mempelajari bahasa kedua sejak usia sekolah cenderung memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik, mulai dari daya ingat, konsentrasi, hingga kemampuan memecahkan masalah. 

Bahasa juga membantu anak mengekspresikan emosi dan gagasan secara lebih terstruktur. Pengalaman negara-negara maju memperlihatkan bahwa penguasaan bahasa asing diposisikan sebagai kebutuhan dasar pendidikan. 

Finlandia mewajibkan pembelajaran bahasa kedua sejak pendidikan dasar sebagai bagian dari kurikulum nasional. 

Di Singapura, kebijakan bilingual diterapkan secara konsisten untuk membekali siswa dengan kemampuan komunikasi global tanpa mengabaikan identitas budaya. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan prestasi akademik, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan keterampilan sosial anak.

Di Indonesia, pembelajaran bahasa asing sering diperkuat melalui kegiatan di luar sekolah. Kompetisi akademik menjadi salah satu medium yang banyak digunakan karena mampu menggabungkan unsur belajar, tantangan, dan pengalaman sosial. 

Dari sinilah kompetisi bahasa berskala nasional berperan sebagai ruang belajar alternatif yang melengkapi pendidikan formal.

Melansir dari berbagai sumber, berikut Alasan Mengapa Kompetisi Bahasa Penting untuk Tumbuh Kembang Anak dan Remaja:

1. Membantu Anak Belajar di Bawah Tekanan yang Sehat

Kompetisi mengajarkan anak menghadapi situasi menantang dalam batas yang wajar. Saat mengikuti lomba bahasa, peserta belajar mengelola rasa gugup, berpikir cepat, dan tetap fokus. 

Keterampilan ini penting bagi perkembangan mental dan akan berguna dalam berbagai situasi akademik maupun sosial di masa depan.

2. Mengasah Kemampuan Bahasa Secara Praktis

Berbeda dengan pembelajaran di kelas, kompetisi menuntut penerapan langsung kemampuan bahasa. Anak tidak hanya menghafal, tetapi juga memahami struktur kata dan makna. 

Proses ini sejalan dengan pendekatan pembelajaran aktif yang banyak diterapkan di sistem pendidikan negara maju.

3. Menumbuhkan Kebiasaan Disiplin dan Konsistensi

Persiapan menuju kompetisi mendorong peserta berlatih secara teratur. Pola ini membantu anak membangun disiplin belajar sejak dini. 

UNESCO mencatat bahwa kebiasaan belajar yang konsisten berkontribusi besar terhadap keberhasilan akademik jangka panjang.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Cerita Ubay di Awal Jadi Vokalis Nidji: Sempat Ragu Hingga Dihujani Kritikan Pedas
• 15 jam lalumedcom.id
thumb
Trump: AS Harus Kuasai Greenland Sebelum China atau Rusia
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kebakaran di Tambora Hanguskan 15 Bangunan, Kerugian Capai Rp1,7 Miliar
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Trump Klaim China dan Rusia Juga Ingin Kuasai Greenland
• 22 menit laluidxchannel.com
thumb
Penipuan Keuangan Bermodus Love Scam Marak, OJK: Kerugian Capai Rp49,19 Miliar
• 18 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.