REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Putra almarhum KH Ahmad Hasyim Muzadi (1944-2017), KH Muhammad Yusron Sidqi (Gus Yusron) mengajak seluruh alumni dan santri Pesantren Mahasiswa Al-Hikam untuk meneruskan cita-cita besar tokoh Nahdlatul Ulama (NU) tersebut, yakni menyatukan keilmuan ulama dengan kepemimpinan umara’.
Ajakan itu disampaikan Gus Yusron saat sambutan dalam acara Haul KH Hasyim Muzadi ke-9 dan Gus Hilman Wadjdi ke-6 yang digelar di Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Depok, Sabtu (10/1/2026).
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});- Kementan dan Polri Amankan 133,5 Ton Bawang Bombai Ilegal
- Legislator: Migas Madura Potensial Dongkrak Ekonomi Warga
- Kawasan Melonguane Sulut Diguncang Gempa Dangkal Magnitudo 7,1
“Beliau ingin menginginkan orang-orang birokratis ,Tapi yang islami, para pejabat yang amanah dan Islami. Tapi juga ingin mendidik orang-orang yang ulama tapi mengerti birokrasi sehingga tidak ada dikotomi antara ilmu umum dan ilmu agama,” ujar Gus Yusron di hadapan para ulama, tokoh masyarakat, alumni, dan santri.
Menurutnya, Pesantren Mahasiswa Al-Hikam sejak awal dirancang untuk mempertemukan dua model santri mahasiswa. Pertama, mahasiswa dari perguruan tinggi umum seperti Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, UMM, hingga kampus-kampus di sekitar Al-Hikam lainnya. Kedua, santri yang secara khusus mendalami ilmu-ilmu keagamaan.
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}
Gus Yusron berharap semua alumni bisa menjadi tokoh, pejabat, atau pemimpin, tanpa melupakan jati dirinya sebagai santri. Di mana pun bertugas, harus tetap menghidupkan masjid, majelis ilmu, dan nilai-nilai Alquran serta hadis.
"Maka kalau bisa semua alumni itu bisa menjadi para tokoh, pejabat. Tapi juga tidak melupakan jadi dirinya sebagai seorang santri sehingga di tempat manapun ditugaskan tetap mengembangkan masjid-masjid di kantornya dan mendukung majelis-majelis ilmu," ucapnya.
Dalam sambutannya, Gus Yusron turut menyinggung kehadiran Tuan Guru Bajang (TGB) KH Muhammad Zainul Majdi yang dinilainya sebagai representasi ideal cita-cita KH Hasyim Muzadi.
“Tuan Guru Zainul Majidi Adalah sebuah sosok yang bisa kita jadikan panutan. Beliau lahir dari rahimnya ilmunya ulama. Beliau tumbuh menjadi thalibul ilmi, berangkat ke Kairo, ke Azhar S1, S2, S3, kemudian menjadi gubernur. Sebenarnya beliau inilah representasi dari cita-citanya Abah Hasyim Muzadi,” jelasnya.



