REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Kementerian Haji dan Umrah RI mempersiapkan calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1447 H/2026 M dengan pelatihan intensif di Asrama Haji Pondok Gede selama sebulan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan profesionalisme dan integritas para petugas haji.
Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah, Dendi Suryadi, menjelaskan bahwa pelatihan ini memiliki empat sasaran utama: kekuatan fisik, ketangguhan mental, kemampuan sesuai tugas, dan persatuan di antara petugas.
Pelatihan yang dimulai pada 10 Januari 2026 ini menggandeng Markas Besar TNI dan Polri untuk mengembangkan disiplin dan ketahanan fisik petugas. Sebanyak 179 pelatih dari TNI dan Polri terlibat langsung dalam program ini.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});Metode Pelatihan dan Tujuan
Pelatihan diawali dengan Peraturan Baris Berbaris (PBB) untuk meningkatkan kedisiplinan dan kemampuan mendengarkan instruksi. Dendi menekankan pentingnya service mindset agar petugas siap melayani jemaah dengan tangguh.
Di minggu kedua, pelatihan berfokus pada Tugas dan Fungsi (Tusi) masing-masing bidang, seperti layanan bandara, akomodasi, katering, kesehatan, dan layanan media.
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}Kebijakan Khusus di Arafah
Saat puncak haji di Arafah, petugas yang belum berhaji diberikan kesempatan menunaikan rukun Islam kelima, namun tetap mengenakan seragam dinas. Hal ini untuk memudahkan identifikasi dan pelayanan jemaah, meskipun konsekuensinya petugas harus membayar dam karena melanggar larangan ihram.
Kemenhaj berharap dengan pelatihan yang terstruktur dan disiplin, layanan haji 2026 akan lebih baik dan terorganisir.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.



