jpnn.com, JAKARTA - Komika Pandji Pragiwaksono terus menjadi sorotan publik setelah pertunjukan stand-up comedy terbarunya bertajuk "Mens Rea" yang dilaksanakan di sejumlah kota di Indonesia dan ditayangkan di platform digital.
Pertunjukan tersebut menjadi polemik karena materi yang dibawakan Pandji tidak sekadar melontarkan kritik sosial atau politik, tetapi dianggap telah mengajak publik menertawakan praktik ibadah umat Islam di hadapan ribuan penonton.
BACA JUGA: Legislator PDIP: Pelaporan Pandji Mirip Tekanan Orde Baru pada Seniman
Founder Indonesian Cyber, Muannas Alaidid, menganggap materi dalam penampilan Pandji yang diduga melecehkan agama Islam dengan menyinggung candaan soal ibadah salat tersebut telah melewati batas kebebasan berekspresi.
Dalam unggahan di platform media sosial Instagram dan X @muannas_alaidid pada Sabtu (10/1), Muannas menyampaikan bahwa materi Pandji Pragiwaksono soal sholat dianggap telah merusak akidah Islam dengan menjadikan sholat sebagai bahan lelucon di ruang publik.
BACA JUGA: Pandji Dilaporkan ke Polisi, Gus Salam Singgung Keganjilan Praktik Berdemokrasi
Dia juga mengingatkan publik terkait rekam jejak Pandji yang sebelumnya menuai kritik usai menyinggung kelompok lain. Menurutnya, polemik kali ini jauh lebih serius karena menyentuh ranah keyakinan umat.
"Setelah melecehkan Suku Toraja, sekarang Pandji Pragiwaksono melecehkan agama Islam. Dia mengumpulkan puluhan ribu orang untuk mengajak mereka menertawakan salat dan ormas Islam," tulis Muannas.
BACA JUGA: Djarot PDIP Bela Pandji, Anggap Pertunjukan Mens Rea Bentuk Ekspresi Melalui Komedi
Menurut Muannas, menjadikan salat sebagai bahan satire politik merupakan tindakan yang tidak pantas dan berpotensi melukai perasaan umat Islam.
"Apakah harus membawa-bawa agama dalam urusan politik? Apa melecehkan agama dan suku di Indonesia sekarang sudah dianggap sebagai kebebasan berekspresi?” ujar dia.
Muannas mengingatkan bahwa salat adalah perintah yang disampaikan langsung oleh Allah SWT tanpa melalui malaikat Jibril. Dengan melakukan salat, dijauhkan dari perbuatan keji dan munkar.
"Kelak nanti, salat menjadi ibadah yang pertama kali dihisab. Berbagai keutamaan saat membuatnya ibadah ini menjadi tiang agama Islam," ujarnya.
Muannas mengatakan Pandji telah melampaui batas toleransi publik. Sia bahkan menyerukan sikap tegas jika negara dinilai tidak mengambil peran.
"Tentu semua ada batasannya dan Pandji jelas-jelas telah menjadi bagian orang yang melewati batas. Kalau negara diam, rakyat yang harus bergerak," pungkas dia. (cuy/jpnn)
Jangan Lewatkan Video Terbaru:
Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

