Pelatihan Teknis Dipercaya Tekan Angka Pengangguran

metrotvnews.com
13 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Pelatihan teknis dipercaya mampu berkontribusi menekan angka pengangguran. Contohnya, dengan memberi pelatihan servis air conditioner (AC) dan handphone.

“Hal ini sejalan dengan misi BSI Maslahat, yaitu mendorong transformasi penerima manfaat menjadi muzaki di masa depan,” kata Manager Empowerment & Sociopreneur Group BSI Maslahat, Yunan Isnainye, dalam keterangan tertulis, Sabtu, 10 Januari 2026.

Pihaknya menggelar pelatihan sebagai bagian dari program Maslahat University. Rinciannya, pelatihan servis AC pada 16–18 Desember 2025 dengan total tiga kali pertemuan untuk 4 peserta. Kemudian, pelatihan servis handphone pada 17–29 Desember 2025 dengan sepuluh kali pertemuan untuk 16 peserta.

Tidak hanya memberikan teori, peserta mendapatkan praktik langsung, pendampingan, serta perlengkapan kerja sebagai modal usaha. Dengan bekal ini, mereka diharapkan mampu memulai bisnis mandiri atau siap bersaing di dunia kerja.
 

Baca Juga :Ini Daftar 38 Provinsi dengan Biaya Layak Hidup Tertinggi


Kisah peserta menjadi bukti nyata dampak program ini. Muhammad Abdul Karim. Warga Bekasi yang telah berkeluarga dan memiliki satu anak mengaku pelatihan servis AC membuka harapan baru.

“Sehari-hari saya mengojek untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Namun penghasilan dari mengojek kini tidak bisa diandalkan. Karena itu saya mengikuti pelatihan ini agar punya keterampilan tambahan dan peluang pendapatan lain bagi keluarga,” kata Abdul.

Pelatihan servis handphone. Foto: Istimewa

Senada dengan Abdul Karim, Mumtaz Al Fatih, warga Depok mengikuti pelatihan servis handphone. Mumtaz merasakan manfaat besar dari program tersebut.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat untuk mengembangkan keterampilan. Harapan saya, semoga ke depan bisa membuka usaha service HP, meskipun kecil-kecilan terlebih dahulu,” ungkapnya. 

Menurut data Kementerian Ketenagakerjaan, jumlah Pengangguran Terbuka pada Februari 2025 mencapai 7,27 juta orang. Atau, sekitar 4,76 persen dari total angkatan kerja. 

Kondisi ini banyak dipicu oleh ketidaksesuaian antara keterampilan yang dimiliki tenaga kerja dengan kebutuhan pasar (skill mismatch). BSI Maslahat menegaskan fokus pada solusi berbasis keterampilan terhadap tantangan tersebut. 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Balita Sengaja Memasukkan Jari ke Mulut Sampai Muntah, Perlukah Khawatir?
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Kompany Maklumi Pernyataan Karl
• 3 jam lalumedcom.id
thumb
Miley Cyrus Masih Canggung Sebut Maxx Morando Tunangan
• 15 jam lalugenpi.co
thumb
PDI-P Wajibkan DPC Bentuk Balai Kreasi untuk Bina UMKM
• 1 jam lalukompas.com
thumb
PW ISNU Aceh Mewakili PP ISNU Salurkan Bantuan UKT Mahasiswa Terdampak Banjir
• 14 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.