REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH, – Puskesmas Peusangan Siblah Krueng di Kabupaten Bireuen, Aceh, tetap memberikan layanan kesehatan dasar meski fasilitas utamanya rusak akibat banjir akhir November 2025. Kepala Puskesmas, dr Darmawanti, menyatakan bahwa pelayanan UGD dan beberapa klaster layanan telah aktif kembali.
Menurut dr Darmawanti, kebutuhan mendesak saat ini adalah pemulihan sarana dan prasarana kesehatan karena sebagian besar fasilitas tidak dapat digunakan akibat terendam lumpur. Kerusakan paling signifikan terjadi di ruang rawat inap, di mana seluruh tempat tidur dan kasur rusak total.
Kondisi ini memaksa puskesmas membatasi jenis layanan yang dapat diberikan. Alat medis penting seperti USG, EKG, dan kulkas vaksin ikut rusak, menyebabkan pelayanan imunisasi dan pemeriksaan medis terhenti.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Meski dengan keterbatasan, puskesmas berupaya memberikan pelayanan dengan memaksimalkan fungsi UGD dan klaster pelayanan prioritas. Sementara itu, vaksin dititipkan di fasilitas kesehatan terdekat untuk memastikan layanan imunisasi tetap berjalan.
Ketidakadaan ambulans juga menjadi masalah, membatasi mobilisasi pasien rujukan dan meningkatkan risiko keterlambatan penanganan medis, terutama bagi kelompok rentan. dr Darmawanti berharap pemulihan segera dilakukan agar layanan kesehatan kembali normal.
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}Konten ini diolah dengan bantuan AI.



