Uni Eropa Beri Lampu Hijau Sementara untuk Perjanjian Dagang UE-Mercosur Meski Ada Penolakan dari Sejumlah Negara

pantau.com
18 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Negara-negara anggota Uni Eropa (UE) pada Jumat, 9 Januari 2026, menyetujui dukungan sementara terhadap perjanjian perdagangan bebas dengan blok Mercosur melalui mekanisme pemungutan suara mayoritas yang memenuhi syarat (qualified-majority vote).

Langkah ini membuka jalan bagi Uni Eropa untuk secara resmi menandatangani perjanjian dengan negara-negara Mercosur di Paraguay dalam waktu dekat, menurut keterangan sejumlah sumber dari UE.

Lima negara anggota—Prancis, Polandia, Austria, Irlandia, dan Hongaria—menyatakan penolakan terhadap perjanjian tersebut, sementara Belgia memilih abstain.

Italia, yang sebelumnya bersikap ragu, akhirnya memberikan dukungan setelah memperoleh jaminan tambahan dari Komisi Eropa terkait perlindungan sektor pertanian nasional mereka.

Sikap Italia dianggap sebagai titik balik yang penting karena memungkinkan tercapainya suara mayoritas yang memenuhi ambang batas dukungan yang diperlukan dalam peraturan UE.

Perdebatan Panjang dan Kepentingan Ekonomi

Perjanjian perdagangan UE-Mercosur telah menjadi bahan perdebatan di kalangan negara anggota selama lebih dari dua dekade.

Negara-negara seperti Jerman dan Spanyol menyambut baik perjanjian ini sebagai peluang membuka pasar baru, terutama untuk mengimbangi dampak kebijakan tarif dari Amerika Serikat.

Sebaliknya, negara-negara yang menolak—dipimpin oleh Prancis, produsen pertanian terbesar di UE—mengkhawatirkan dampak negatif terhadap petani lokal akibat kemungkinan membanjirnya produk impor seperti daging sapi, unggas, dan gula dari negara-negara Mercosur.

Perjanjian ini melibatkan empat negara anggota blok Mercosur: Brasil, Argentina, Uruguay, dan Paraguay.

Jika diberlakukan, kawasan perdagangan bebas ini akan mencakup lebih dari 700 juta konsumen.

Menurut Komisi Eropa, ini adalah perjanjian perdagangan terbesar dalam sejarah Uni Eropa, dan diperkirakan akan menghapus bea ekspor Uni Eropa senilai lebih dari 4 miliar euro per tahun.

Langkah Selanjutnya Menunggu Parlemen Eropa

Untuk dapat berlaku penuh, perjanjian ini masih harus disetujui oleh Parlemen Eropa.

Sesuai peraturan UE, perjanjian perdagangan semacam ini membutuhkan dukungan dari minimal 15 negara anggota yang mewakili setidaknya 65 persen populasi Uni Eropa.

Hasil dari pemungutan suara ini akan difinalisasi secara tertulis paling lambat pukul 17.00 waktu Brussel.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dijadwalkan akan melakukan perjalanan ke Paraguay dan diperkirakan menandatangani perjanjian tersebut paling cepat pada 12 Januari.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
AS dan Sekutu Luncurkan Serangan Besar ke Target ISIS di Suriah
• 18 jam lalumediaindonesia.com
thumb
RMKE Jadi Bintang Baru Logistik Batubara, Diramal Tembus Rp10.000
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pemkab Agam Kekurangan Ekskavator untuk Pembersihan Material Banjir
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Terima Suap dari PT Wanatiara Persada, Pejabat Pajak Pakai Kode ‘All In’
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Di Malaysia, Papa Zola The Movie Lebih Laku dari Avatar Fire and Ash
• 3 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.