Militer Amerika Serikat (AS) menggelar operasi militer di Suriah, pada Sabtu (10/1). Dilansir reuters serangan AS ini menargetkan posisi ISIS di Suriah.
"Serangan hari ini menargetkan ISIS di seluruh Suriah," kata Komando Tengah AS (CENTCOM), lewat statemennya.
Mereka tak merinci secara spesifik siapa yang mereka incar, termasuk korban jiwa pada serangan kali ini. Begitu pula dengan Kementerian Pertahanan AS yang belum memberi keterangan lebih lanjut.
Namun, serangan pada Sabtu ini diduga adalah bagian dari operasi militer yang sudah digelar sejak Desember 2025. Operasi bertujuan untuk memburu milisi ISIS yang terlibat pada insiden 13 Desember 2025.
Pada insiden tersebut, 2 tentara AS dan seorang penerjemah sipil tewas.
1.000 Tentara AS masih di SuriahPresiden Suriah, Ahmad al-Sharaa sendiri mengizinkan penempatan pasukan AS di Suriah sebagai bagian dari kesepakatan saat ia mengunjung Gedung Putih tahun lalu.
al-Sharaa sepakat dengan AS, untuk berkoalisi membasmi sisa-sisa ISIS di Suriah. Maka ia mengizinkan sekitar 1.000 tentara AS di Suriah.



/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fphoto%2Fori%2F2025%2F12%2F30%2F7ce1a943-dc90-448e-8699-96cb10a0e16d.jpg)