jpnn.com - JAKARTA - Justice and Democracy Forum (JDF) Asia Pasifik mengapresiasi terpilihnya Indonesia sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (Dewan HAM PBB). Jabatan Presiden Dewan HAM PBB akan dipegang oleh Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa, Duta Besar Sidharto Reza Suryodipuro. Hal itu ditetapkan di Markas Besar PBB Jenewa pada 8 Januari 2026.
Presiden JDF Asia Pasifik Dr. Jazuli Juwaini mengatakan terpilihnya Indonesia merupakan capaian penting sekaligus amanah besar di tengah situasi dunia yang kian mengkhawatirkan akibat konflik, peperangan, agresi militer negara adikuasa, serta praktik penjajahan yang belum berakhir, khususnya di wilayah Palestina.
BACA JUGA: Presiden JDF Asia Pasifik: Serangan Militer AS ke Venezuela Mencederai Hukum Internasional
JDF Asia Pasifik memandang posisi strategis ini sebagai momentum penting bagi Indonesia untuk memainkan peran lebih determinan dalam membela hak asasi manusia masyarakat terjajah dan tertindas di berbagai belahan dunia.
Dewan HAM PBB diharapkan tidak hanya menjadi forum normatif, tetapi mampu menghadirkan langkah-langkah nyata dan efektif dalam penegakan HAM global. Jazuli Juwaini yang juga anggota DPR RI Fraksi PKS ini menyatakan bahwa Indonesia memiliki modal moral, historis, dan diplomatik yang kuat untuk mengemban peran tersebut.
BACA JUGA: JDF Asia Pasifik Kecam Pengakuan Sepihak Israel atas Somaliland
“Indonesia dapat menjadikan posisi Presiden Dewan HAM PBB ini sebagai jendela kesempatan untuk membangun mekanisme penegakan HAM dunia yang lebih efektif, adil, dan berkeadaban. Dunia membutuhkan kepemimpinan yang berani, berprinsip, dan berpihak pada korban ketidakadilan,” ujar Dr. Jazuli Juwaini.
Menurut Jazuli, terpilihnya Indonesia tidak terlepas dari cara pandang, pendekatan, serta pengalaman bangsa Indonesia dalam menghormati dan memajukan HAM, sikap konsisten terhadap nilai antipenjajahan, serta komitmen kuat pada kemanusiaan dan perdamaian dunia sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945.
BACA JUGA: Indonesia dan Ujian Moral di Puncak Dewan HAM PBB
JDF Asia Pasifik juga menaruh harapan besar agar di bawah kepemimpinan Indonesia, Dewan HAM PBB kian membuka ruang kerja sama yang luas dan inklusif dengan berbagai komponen pembela HAM dunia, termasuk organisasi masyarakat sipil, lembaga kemanusiaan, dan jaringan internasional yang berkomitmen pada keadilan global.
JDF Asia Pasifik memiliki misi yang sejalan dalam isu-isu HAM, pembelaan terhadap rakyat tertindas, dan penolakan terhadap segala bentuk penjajahan. “Kami berharap Dewan HAM PBB di bawah kepemimpinan Indonesia mampu merangkul dan bersinergi dengan kekuatan-kekuatan moral dunia demi mewujudkan keadilan dan perdamaian yang hakiki,” tambahnya.
JDF Asia Pasifik menegaskan dukungan penuh terhadap langkah-langkah Indonesia dalam menjalankan amanah ini dan berharap kepemimpinan Indonesia di Dewan HAM PBB dapat menjadi suara bagi mereka yang selama ini dibungkam, diabaikan, dan ditindas oleh ketidakadilan global. (boy/jpnn)
Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi



