Perdagangan Barang Global Diprediksi Tembus Rp500 Ribu Triliun pada 2034

idxchannel.com
15 jam lalu
Cover Berita

Perdagangan barang global diprediksi tumbuh rata-rata 2,5 persen per tahun dalam satu dekade ke depan.

Perdagangan Barang Global Diprediksi Tembus Rp500 Ribu Triliun pada 2034. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Perdagangan barang global diprediksi tumbuh rata-rata 2,5 persen per tahun dalam satu dekade ke depan, mencapai USD30 triliun atau sekitar Rp500 ribu triliun pada 2034.

"Perdagangan global bisa jadi lebih tangguh dari yang diperkirakan banyak orang dalam menghadapi nasionalisme ekonomi dan peningkatan tarif," kata Boston Consulting Group (BCG) dalam laporannya, dilansir dari Yahoo Finance pada Minggu (11/1/2026).

Baca Juga:
Prabowo Sudah Teken Aturan Terbaru DHE SDA, Dolar Eksportir Wajib Disimpan di Himbara

Menurut laporan BCG, laju pertumbuhan perdagangan barang dunia akan melampaui ekspansi produk domestik bruto (PDB) global untuk satu dekade ke depan.

Namun, pola jalur perdagangan yang dilalui barang-barang tersebut akan mengalami perubahan drastis.

Baca Juga:
China Ancam Larang Ekspor Logam Tanah Jarang, Jepang Protes Keras

"Masa depan perdagangan global tidak akan ditentukan oleh satu set aturan tunggal, tetapi oleh beragam hubungan dan prioritas regional," kata Direktur Pelaksana dan Mitra Senior Praktik Keunggulan Global BCG Aparba Bharadwaj.

"Bagi bisnis, ini bukan hanya pergeseran kebijakan. Ini adalah titik balik strategis. Pemodelan kami menunjukkan bahwa bahkan di tengah meningkatnya fragmentasi, perdagangan tetap berada pada lintasan pertumbuhan yang jelas, dan keuntungan akan diraih oleh mereka yang bergerak lebih awal untuk beradaptasi dan memimpin dalam lanskap yang terus berkembang ini," katanya.

Baca Juga:
Lalu Lintas Ekspor-Impor RI Didominasi Kapal Asing, Sektor Maritim Alami Kemunduran

Dalam skenario perdagangan multi-simpul ini, pangsa perdagangan barang global Amerika Serikat (AS) diproyeksikan menurun karena AS mempertahankan fokus America First yang mengutamakan produksi dalam negeri daripada impor.

Penurunan yang diproyeksikan ini disebabkan oleh tarif yang lebih tinggi dan hambatan lainnya. Pangsa impor AS yang dikenakan tarif telah meningkat dari 13 persen menjadi 61 persen sejak Januari 2025. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Banjir dan Longsor Landa Belasan Kecamatan di Kawasan Timur Pantura Jateng
• 6 jam lalukompas.id
thumb
127.047 Rekening Penipuan Diblokir, Kerugian Capai Rp9 Triliun
• 23 jam lalugenpi.co
thumb
Serangan Udara Gaza Tewaskan Tiga Warga
• 8 jam lalutvrinews.com
thumb
Kerinduan Akut Fans MU pada Sheikh Jassim: Janji 1 Miliar Poundsterling dan Luka yang Gagal Disembuhkan INEOS
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Ria Ricis Bagikan Progres Rumah Baru, Target Rampung Tahun Ini
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.