Transjakarta Sebut Pembangunan JPO Sarinah untuk Aksesibilitas dan Ramah Disabilitas

viva.co.id
16 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menegaskan revitalisasi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghadirkan aksesibilitas yang inklusif di kawasan padat aktivitas.

Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, menyampaikan revitalisasi tersebut sejalan dengan pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Fokus utama pembangunan diarahkan untuk memastikan kelompok disabilitas, lansia, dan ibu hamil memiliki fasilitas penyeberangan yang aman dan nyaman melalui penyediaan lift.

Baca Juga :
Dibongkar Anies, Pramono Ingin Bangun Kembali JPO Sarinah
Kenaikan Tarif Transjakarta Ditunda, Stafsus Gubernur Bongkar Alasannya

"Fokus utama kami adalah memastikan kelompok disabilitas, lansia, dan ibu hamil memiliki fasilitas yang aman dan nyaman untuk menyeberang di kawasan padat tersebut melalui penyediaan lift," kata dia, dikutip Minggu, 11 Januari 2026.

Ia menegaskan, pembangunan JPO Sarinah tidak akan menghilangkan fasilitas penyeberangan yang sudah ada. Pelican crossing di kawasan tersebut tetap beroperasi normal dan dapat digunakan pejalan kaki untuk menyeberang di permukaan jalan.

Dengan demikian, lanjutnya, JPO Sarinah akan berfungsi sebagai opsi tambahan yang terintegrasi dengan moda transportasi publik. Selain meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, revitalisasi ini juga bertujuan mengembalikan nilai sejarah JPO Sarinah sebagai jembatan penyeberangan orang pertama di Indonesia.

"JPO Sarinah akan berfungsi sebagai opsi tambahan yang terintegrasi dengan moda transportasi publik, sekaligus mengembalikan nilai sejarahnya sebagai JPO pertama di Indonesia," kata dia lagi.

Sebelumnya diberitakan, Pemprov DKI Jakarta akan membangun kembali JPO di Sarinah, Jakarta Pusat karena masih sangat diperlukan, khususnya untuk kaum disabilitas.

“Jadi, JPO Sarinah dalam kajian. Ini memang diperlukan terutama untuk difabel. Itu salah satu alasan, kemudian kenapa diadakan,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo di Jakarta Jakarta Selatan, Jumat.

Pramono menilai, JPO tersebut masih dibutuhkan oleh kaum disabilitas untuk membantu mereka menyeberangi jalan dengan aman. Kendati demikian, Pramono mengaku memahami adanya pro kontra yang terjadi jika JPO tersebut diaktivasi kembali.

Salah satu komentar yakni dari kelompok pejalan kaki yang ingin penyeberangan tetap dilakukan di permukaan jalan melalui "pelican crossing".

Pelican crossing adalah fasilitas penyeberangan jalan untuk pejalan kaki yang dilengkapi lampu lalu lintas dan tombol khusus.

Baca Juga :
ASDP Catat Penumpang Penyeberangan Periode Nataru 2025/2026 Capai 3,4 Juta Orang, Naik 8 Persen
Perbaiki Konektivitas Terdampak Bencana Sumatera, Bank Mandiri Bersinergi dengan Kemenhan Bangun 5 Jembatan Bailey
Viral Penumpang Wanita Diduga Alami Pelecehan, Begini Respons Transjakarta

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Buron hingga ke Jogja, Pencuri yang Tembak Warga Palmerah Akhirnya Ditangkap
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Cara Cek Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026, Catat Linknya
• 6 jam laluliputan6.com
thumb
Persebaya Tumbangkan Malut United 2-1 di GBT, Gali Freitas Jadi Pahlawan
• 20 jam lalupantau.com
thumb
6 Shio Ini Menarik Keberuntungan dan Kemakmuran Nyata pada Minggu 11 Januari 2026
• 16 jam laluviva.co.id
thumb
Mauricio Souza Luapkan Unek-Unek Buntut Persija Kalah dari Persib: Pertandingan Sering Berhenti, Soroti Wasit Cuma Kasih Injury Time 4 Menit
• 3 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.