FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Situasi yang berat sepertinya harus dijalani oleh tim PSM Makassar belakangan ini.
PSM Makassar tercatat di empat pertandingan terakhir gagal meraih satu pun kemenangan.
Parahnya lagi di empat pertandingan mereka gagal mendapatkan satu poin. Yang artinya semua berakhir dengan kekalahan.
Tiga kekalahan awal didapatkan PSM dari Malut United, Persib Bandung serta Borneo FC.
Kemudian kekalahan yang keempat baru-baru ini didapatkan. Mereka harus mengakui keunggulan tim tamu Bali United.
Laga yang berlangsung di Stadion Gelora BJ Habibie itu, berakhir dengan skor PSM Makassar 0-2 Bali United.
Empat kekalahan beruntun yang dialami, tentunya jadi pukulan telak untuk Yuran Fernandes Cs.
Sekaligus jadi penutup paruh musim Super League 2025/2026 dengan catatan yang negatif.
Hasil dari empat kekalahan ini membuat tim berjuluk Juku Eja itu harus rela turun di klasemen sementara.
PSM untuk sementara tertahan di posisi ke-10 dengan 21 poin hasil dari 17 pertandingan.
Mereka juga begitu dekat dengan zona merah atau zona degradasi dengan hanya terpaut 10 poin saja.
Pelatih Tomas Trucha soal empat kekalahan beruntun ini sadar betul dengan kondisi timnya.
Mulai dari frustasi yang dirasakan oleh tim hingga kekecewaan para suporter dengan rentetan hasil buruk yang didapatkan.
“Kami paham mereka tidak senang hasil yang kita dapatkan di empat pertandingan terakhir,” kata Trucha.
“Di sini, kami sedang mencoba mengubah sesuatu, memainkan sepakbola menyerang, menciptakan peluang dan menguasai bola lebih dominan,” ungkapnya.
Pelatih asal Ceko itu menyebut saat ini PSM sedang melewati masa-masa sulit dan hal ini disebut sebagai bagian dari proses.
“Memang awal-awalnya kita mendapat hasil yang baik, tapi saya yakin ini adalah bagian dari proses yang harus kita jalani,” terangnya.
(Erfyansyah/Fajar)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469170/original/012436400_1768087101-kpk_pajak.jpg)


