REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nilai perdagangan Indonesia dan Republik Rakyat China (RRC) mencapai 135,2 miliar dolar AS pada 2024, menegaskan posisi RRC sebagai mitra dagang utama Indonesia sekaligus penopang penting kinerja ekonomi nasional. Angka tersebut diperkuat dengan masuknya proyek-proyek investasi baru senilai Rp36,4 triliun yang memperdalam kerja sama industri kedua negara.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai, kerja sama Indonesia dan RRC memiliki fondasi ekonomi yang sangat besar dan terbuka untuk terus diperluas. Dengan populasi 1,4 miliar jiwa, RRC berada di urutan kedua di dunia, sementara Indonesia memiliki 285 juta jiwa berada di urutan keempat, keduanya merupakan anggota G20, dan RRC adalah negara dengan ekonomi terbesar kedua dengan PDB 17,8 triliun dolar AS dan Indonesia memiliki PDB 1,4 triliun dolar AS.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});- Kesiapsiagaan Diperlukan: BMKG Prediksi Hujan Petir dan Cuaca Buruk Hari Ini
- Gagal Bayar DSI, Ujian Kepercayaan Industri Fintech Syariah
- Ikhtiar Presiden Prabowo untuk Kenyamanan Haji Indonesia
"Jadi, ini benar-benar merupakan tonggak penting bahwa kolaborasi dan kerja sama antara kedua negara terbuka. Ini adalah pasar besar yang menawarkan peluang bagi kedua perusahaan dan kedua negara,” ujar Airlangga dalam keterangan resminya dikutip pada Ahad (11/1/2026).
Selain perdagangan, penguatan hubungan bilateral juga berlangsung melalui kerja sama industri Two Parks Twin Countries (TCTP). Skema ini menjadi kerangka strategis untuk memperkuat kolaborasi industri, memfasilitasi investasi, dan mengintegrasikan rantai pasok antara Indonesia dan RRC.
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}Nota Kesepahaman TCTP yang pertama kali diluncurkan pada 2021 telah diperbarui pada Mei 2025. Penandatanganan dilakukan oleh Airlangga dan Menteri Perdagangan RRC Wang Wentao, serta disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Li Qiang.
Sebagai tindak lanjut, sebanyak 16 proposal proyek ditandatangani antara perusahaan-perusahaan Fujian dan mitra Indonesia. Total nilai proyek tersebut mencapai Rp36,4 triliun atau sekitar 2,19 miliar dolar AS, dengan sektor yang mencakup logam dasar, pengolahan daging dan makanan laut, tekstil, teh, furnitur, drone, baterai, hingga kecerdasan buatan.
Airlangga menegaskan, pemerintah masih membuka ruang kolaborasi yang lebih luas ke depan. “Ke depannya, Indonesia menyambut baik kolaborasi yang lebih dalam di bidang infrastruktur, logistik, industri hilir, manufaktur, energi terbarukan, ekonomi digital, AI, komputasi kuantum, ketahanan pangan, kesehatan, dan pengembangan sumber daya manusia,” jelasnya.
Di sisi investasi, pemerintah juga menegaskan komitmen menjaga daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi jangka panjang. Upaya tersebut ditempuh melalui reformasi regulasi, pembangunan infrastruktur, serta konsistensi kebijakan.
Indonesia kini juga memiliki gugus tugas khusus untuk mempercepat program-program strategis pemerintah, yang ditujukan untuk memangkas hambatan dan mempercepat realisasi investasi, termasuk dari mitra strategis seperti RRC.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469098/original/049577600_1768058514-Ketum_PDIP_Megawati_Soekarnoputri.jpg)

