Jakarta: Selama ini perilaku manipulatif atau berbohong kerap dianggap sebagai sifat eksklusif manusia. Namun, temuan ilmiah menunjukkan bahwa di alam liar, strategi bertahan hidup justru sering kali melibatkan tindakan yang tampak “menipu”. Sejumlah spesies hewan diketahui mampu melakukan manipulasi perilaku demi memperoleh keuntungan.
Dilansir dari laman Discover Wildlife, para peneliti menemukan bahwa beberapa hewan memiliki kemampuan melakukan apa yang dikenal sebagai Penipuan Taktis, yakni strategi manipulatif yang digunakan untuk mendapatkan makanan, pasangan, atau menghindari ancaman.
Baca Juga :
Bukan Cuma Manusia, Ini Cara Hewan Menunjukkan Cinta dengan Cara Tak Terduga-Serius Ini Hewan?Penipuan taktis dapat ditemukan pada berbagai kelompok hewan, mulai dari burung, primata, hingga serangga. Burung Drongo dan Tipu Daya Lewat Suara Salah satu contoh paling cerdik ditemukan pada burung Drongo ekor-cabang di Afrika. Burung ini memiliki kemampuan meniru suara peringatan bahaya milik spesies lain.
Saat suara tersebut terdengar, hewan di sekitarnya akan panik dan melarikan diri, meninggalkan makanan mereka. Di saat itulah Drongo mengambil kesempatan untuk mencuri makanan tersebut tanpa perlu berburu sendiri. Simpanse dan Manipulasi Informasi Sosial Perilaku serupa juga ditemukan pada primata, khususnya Simpanse. Peneliti mengamati bahwa simpanse terkadang berpura-pura tidak mengetahui keberadaan sumber makanan saat berada di dekat kelompoknya.
Taktik ini digunakan agar mereka tidak perlu berbagi makanan atau melakukan altruisme, yaitu perilaku membantu individu lain tanpa keuntungan langsung bagi diri sendiri.
Dengan menyembunyikan informasi, simpanse dapat mengamankan sumber daya untuk dirinya sendiri. Kunang-Kunang yang Menipu untuk Memangsa Tingkat penipuan yang lebih ekstrem ditemukan pada dunia serangga, khususnya kunang-kunang betina dari spesies tertentu.
Betina ini mampu meniru pola cahaya spesies kunang-kunang lain. Namun, tujuan mereka bukan untuk kopulasi, melainkan untuk memancing jantan spesies lain mendekat agar dapat dimangsa.
Strategi ini menunjukkan bahwa penipuan di alam tidak hanya digunakan untuk bertahan hidup, tetapi juga untuk berburu.
Pakar perilaku hewan menegaskan bahwa tindakan “berbohong” di alam liar tidak berkaitan dengan konsep moral seperti pada manusia. Penipuan taktis merupakan strategi adaptasi murni yang terbentuk melalui proses evolusi panjang.
Kecerdikan ini menjadi bukti bahwa evolusi tidak hanya membentuk fisik hewan, tetapi juga kemampuan kognitif yang sangat spesifik untuk menghadapi tantangan lingkungan.
Baca Juga :
Harimau VS Singa, Siapa yang Menang? Ini Jawabannya-Serius Ini Hewan?Alam liar pun terbukti menjadi panggung besar tempat kecerdikan, manipulasi, dan adaptasi memainkan peran penting dalam kelangsungan hidup setiap spesies.
Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.
(Muhammad Fauzan)


