FA Cup : Chelsea Libas Charlton 5-1 di Piala FA

tvrinews.com
14 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews, Jakarta

Debut manis Liam Rosenior diwarnai pesta gol meski atmosfer suporter masih memanas.

Era kepemimpinan Liam Rosenior di Chelsea dimulai dengan hasil impresif di lapangan. Dalam laga putaran ketiga Piala FA sabtu 10 Januari 2026, The Blues tampil dominan dan melibas Charlton Athletic dengan skor telak 5-1. 

Namun, kemenangan meyakinkan ini gagal meredam gelombang ketidakpuasan pendukung terhadap manajemen klub.

Tampil dengan skema yang terukur dan klinis, Chelsea menunjukkan kelasnya atas tim papan bawah Championship tersebut. 

Namun, atmosfer di tribun penonton justru menceritakan narasi yang berbeda. Sepanjang pertandingan, yel-yel bernada kecaman diarahkan kepada pemilik klub, sebuah bentuk perlawanan yang kian nyata terhadap visi jangka panjang konsorsium pemilik.

Dominasi di Lapangan

Meskipun Rosenior mengistirahatkan pemain kunci seperti Cole Palmer dan Reece James demi menjaga kebugaran jelang laga semifinal Carabao Cup melawan Arsenal, tim pelapis Chelsea tetap tampil perkasa. 

Gol pembuka lahir melalui Jorrel Hato, bek muda yang berusaha membuktikan kemampuannya kembali setelah sempat terpinggirkan di era sebelumnya.

Dominasi Chelsea berlanjut di babak kedua melalui sundulan Tosin Adarabioyo yang memanfaatkan umpan bebas Facundo Buonanotte. 

Meski Charlton sempat memperkecil ketertinggalan lewat aksi Miles Leaburn, Chelsea merespons dengan cepat. Marc Guiu, Pedro Neto, dan eksekusi penalti Enzo Fernandez memastikan kemenangan besar bagi tuan rumah.

Bintang muda Brasil, Estêvão Willian, juga mencuri perhatian melalui penampilan singkatnya yang memukau. Kelincahannya terbukti merepotkan barisan pertahanan Charlton, sekaligus menegaskan potensi besar yang dimiliki skuad muda Chelsea.

Sentimen Anti-Manajemen

Di balik euforia gol, kegelisahan pendukung tetap menjadi sorotan utama. Rosenior, yang merupakan pelatih kepala kelima sejak Todd Boehly dan Clearlake Capital mengambil alih klub pada 2022, harus menghadapi realitas bahwa kemenangannya belum cukup untuk memenangkan hati para suporter.

Kritik tajam diarahkan pada model perdagangan pemain dan struktur manajemen yang dinilai terlalu birokratis. 

Sejak menit awal, tribun tim tamu telah menyuarakan kerinduan akan era kepemimpinan sebelumnya, sebuah sinyal bahwa visi "BlueCo" masih menemui jalan buntu dalam hal kepercayaan publik.

Menanggapi situasi tersebut, Liam Rosenior memilih untuk tetap tenang dan fokus pada performa tim.

"Jika pendukung merasa bahagia, itu berarti Anda melakukan pekerjaan dengan baik. Ini adalah tim yang menjuarai Piala Dunia Antarklub lima bulan lalu. Kami adalah tim yang bagus," ujar Rosenior usai pertandingan yang dikutip The Guardian Sport.

Terkait gol lawan yang sempat tercipta, pelatih berusia 41 tahun tersebut menambahkan, "Kami perlu berbenah. Itu adalah hal-hal mendasar yang selalu saya bicarakan. Saya kecewa kami kebobolan, tetapi reaksi para pemain sangat luar biasa."

Editor: Redaktur TVRINews


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jumpa Pers Kasus Suap Pegawai Pajak Jakut, KPK Tak Tampilkan Tersangka
• 14 jam lalurealita.co
thumb
Mahfud MD Akui Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat KUHP Baru Terkait Stand Up Mens Rea
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Viral Perempuan Jadi Korban Ekshibisionisme WNA di Blok M, Pramono: Hukum Seberat-beratnya
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Saham BUMN 2026 Pilihan BRI Danareksa: BMRI, JSMR hingga TLKM Masuk Pertimbangan
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Trump Teken Perintah Eksekutif, Cegah Pengadilan Sita Pendapatan Minyak Venezuela di AS
• 8 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.