JAKARTA, DISWAY.ID - Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah mengungkapkan bagaimana Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mendorong agar TKD Aceh tak jadi dipangkas.
"Atas nama pemerintah Aceh kami 23 kabupaten kota mengucapkan ribuan terima kasih kepada Prof Dasco dan kepada mereka, kepada rombongan Ketua Satgas dan juga kepada pak Purbaya yang teristimewa kepada pak Presiden Prabowo Subianto," kata Fadhlullah usai rapat, Sabtu, 10 Januari 2026.
Fadhlullah mengatakan dalam rapat itu, Dasco menelpon Prabowo untuk berbicara langsung dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa agar TKD Aceh tak dipangkas.
BACA JUGA:Ramai Penolakan KUHAP Baru, Dasco Sebut Legislasi Sudah Sesuai Aturan
"Tadi dalam rapat begitu Prof Dasco menghubungi pak Presiden langsung berbicara dengan pak menteri keuangan pak Purbaya dan langsung dia menjawab dengan saya tegas mendengar tadi bahwa untuk Aceh," imbuhnya.
"Jadi artinya TKD kita yang selama ini terjadi diskusi kami tadi pak Ketua Satgas pak Tito juga telah memaparkan langkah-langkah kerja ke depan ini dan beliau mulai hari ini telah berkantor di Aceh sampai hari berikutnya," sambungnya.
BACA JUGA:Bupati Curhat Prabowo Tak Pernah Datang ke Aceh Utara Pascabencana, Dasco Buka Suara
Sebelumnya, dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Bencana DPR RI Dengan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana Pemerintah, Dasco menelpon Presiden Prabowo Subianto usai mendengar curhatan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah meminta diskresi anggaran bagi Aceh kepada Purbaya.
Telepon Dasco berdering, nama Presiden muncul. Ia menyerahkan gawai ke Purbaya, yang langsung berdiri dan menjawab.
BACA JUGA:Mirwan MS Diperiksa karena Umrah saat Bencana, Dasco Desak Kemendagri Segera Tunjuk Plt Bupati Aceh Selatan
"Halo, selamat pagi pak," katanya.
Percakapan berlangsung tak sampai semenit. Purbaya menutup sambungan, mengembalikan ponsel ke Dasco dan mengumumkan hasil keputusan paling ditunggu peserta rapat.
"Pak Wagub (Aceh), pak Presiden sudah langsung setuju. Kalau saya kan tidak bisa telepon, beliau (Dasco) yang bisa telepon. Untuk tahun ini, anggaran Anda akan penuh seperti tahun lalu, enggak dipotong. Jadi dapat Rp1,6 triliun, Rp1,7 triliun kalau enggak salah," jelas Purbaya.


