Google Buka Suara soal Investasi di Gojek yang Disebut dalam Dakwaan Nadiem

detik.com
12 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Google Indonesia angkat bicara terkait kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) pada Kemendikbudristek. Google menegaskan pihaknya telah berinvestasi di Gojek jauh sebelum Nadiem Makarim ditunjuk sebagai Mendikbudristek.

"Google, bersama dengan perusahaan global besar lainnya dan investor institusional, berinvestasi di entitas terkait Gojek antara tahun 2017 dan 2021, di mana sebagian besar investasi Google dilakukan jauh sebelum penunjukan Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan," kata Google Indonesia, melalui keterangannya, Minggu (11/1/2026).

Google menegaskan investasi Google di Gojek tersebut tidak ada hubungannya dengan sistem pendidikan Indonesia.

"Investasi pada entitas terkait Gojek ini tidak memiliki hubungan apa pun dengan upaya jangka panjang kami dalam meningkatkan lanskap pendidikan di Indonesia maupun kerja sama kami dengan Kementerian Pendidikan terkait produk dan layanan kami," kata Google Indonesia.

Baca juga: Jaksa Usut Keuntungan Nadiem di Kasus Laptop, Ungkit Investasi Google ke Gojek

Google Indonesia juga menegaskan tidak pernah menjanjikan atau memberi imbalan sesuatu kepada pejabat pemerintah agar menggunakan produk Google.

"Kami tidak pernah menawarkan, menjanjikan, atau memberikan imbalan kepada pejabat Kementerian Pendidikan sebagai imbal balik atas keputusan mereka untuk mengadopsi produk-produk Google," ujarnya.

"Kami tetap berkomitmen untuk mendukung transformasi digital Indonesia dengan menjunjung tinggi standar transparansi dan integritas tertinggi," sambungnya.

Diketahui, mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim didakwa merugikan negara Rp 2,1 triliun terkait kasus pengadaan laptop. Salah satu dakwaan jaksa adalah siswa dan guru di daerah 3T tidak bisa menggunakan laptop Chromebook untuk proses belajar mengajar. Hal itu dikarenakan laptop Chromebook tak bisa dipakai jika tak terkoneksi dengan internet.

Baca juga: Rugikan Negara Rp 2,1 T, Chromebook Era Nadiem Tak Bisa Dipakai di Daerah 3T

Merespons hal itu, Google menyebut Chromebook dirancang sesuai dengan realitas di ruang kelas, termasuk untuk sekolah-sekolah di daerah terpencil. Google menyebut Chromebook tetap dapat digunakan secara offline.

"Meski dioptimalkan untuk penggunaan berbasis cloud, Chromebook memiliki kemampuan untuk digunakan secara offline. Siswa tetap dapat membuat dokumen, mengelola file, serta menggunakan aplikasi yang mendukung mode offline bahkan tanpa koneksi internet sekalipun, sehingga memastikan proses belajar tidak pernah terhenti," kata Google Indonesia.

Google menyebut Chromebook memenuhi persyaratan dalam peraturan Kementerian serta panduan pengadaan lokal (DAK Fisik) dari Kementerian Pendidikan, yang merujuk adanya solusi digital yang holistik, seperti memasangkan perangkat dengan infrastruktur penunjang konektivitas seperti router dan verifikasi kelistrikan. Google menyebut praktik serupa telah terbukti berhasil di daerah terpencil di berbagai negara, mulai dari Brasil hingga Jepang.




(yld/knv)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ditelepon Prabowo, Purbaya Pastikan Anggaran Transfer ke Daerah untuk Aceh Tak Dipangkas
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Cuaca Ekstrem Mengintai! BMKG Ungkap Ancaman Hujan Lebat di Jakarta, Jawa, Bali, hingga NTT pada 11 Januari 2026
• 16 jam laludisway.id
thumb
Aspal Baru di Jalan Perintis Makassar Mengelupas, Sudah Telan Korban
• 11 jam lalufajar.co.id
thumb
Grand Focus Fit Resmi Buka di Baywalk Pluit, Fasilitas Recovery Terlengkap dan Harga Ramah Kantong
• 14 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Pemkot Jaktim Kebut Angkut Sampah Pasar Induk Kramat Jati, Target 2.000 Ton
• 51 menit lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.