Pemerintah menargetkan pembangunan hunian sementara (huntara) untuk korban bencana di Aceh dan Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, rampung sebelum Ramadan. Pembangunan proyek itu dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
“Kita juga sedang membangun huntara, total ada 1.606 unit. Targetnya sebelum masuk bulan Ramadan selesai semua, itu sesuai arahan dari BNPB,” kata Menteri PU Dody Hanggodo dalam keterangan tertulis, dikutip pada Minggu (11/1).
Jumlah huntara yang dibangun Kementerian PU di Tapsel sebanyak 431 unit. Sementara untuk Provinsi Aceh terdapat 480 unit yang tersebar di Kabupaten Bener Meriah, 400 unit di Kabupaten Aceh Utara, 211 unit di Pidie Jaya, dan 84 unit di Aceh Tamiang.
Untuk huntara yang berada di Aceh Tamiang, pembangunannya sudah rampung pada Sabtu (10/1). Nantinya huntara tersebut dapat menampung sekitar 336 jiwa atau 84 kepala keluarga (KK) dalam satu kawasan. Setiap blok huntara di Aceh Tamiang dapat menampung hingga 12 KK atau sekitar 48 jiwa.
Huntara di Aceh Tamiang tersebut juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung seperti toilet umum, instalasi listrik dan pencahayaan, sampai jaringan air bersih dan sanitasi.
Untuk keseluruhan, Kementerian PU membangun huntara dengan sistem bangunan modular dengan struktur rangka baja ringan yang dirancang kuat dan dapat cepat dibangun. Huntara dirancang tetap memberikan kenyamanan bagi penghuni.
“Kami menggunakan sistem modular baja yang sudah biasa kita pakai selama ini di mana-mana, dan sudah terbukti secara kualitas serta tahan lama,” tutur Dody.




