Bisnis.com, JAKARTA — Danantara Indonesia akan melakukan groundbreaking sejumlah proyek penghiliran (hilirisasi) di sejumlah titik di Indonesia awal 2026.
Saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (8/1/2026), CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani menyebut ada lima proyek hilirisasi yang memasuki tahap groundbreaking pada awal tahun ini.
"Bauksit, Refinery [fasilitas permurnian] aluminium di Mempawah, yang saya ingat ya. Kemudian Refinery di Cilacap. Kemudian di Banyuwangi. Saya lupa, pokoknya ada lima lah," terangnya kepada wartawan, dikutip Minggu (11/1/2026).
Rosan kemudian memerinci lebih lanjut beberapa proyek penghiliran yang juga ditargetkan mulai groundbreaking dalam waktu dekat, yakni akhir Januari 2026.
Misalnya, pengembangan proyek smelter alumina di Mempawah senilai US$2,4 miliar dan smelter grade alumina dari bauksit senilai US$890 juta.
Selanjutnya, fasilitas produksi bioavtur senilai US$1,1 miliar di kilang Cilacap, pengembangan fasilitas bioetanol senilai US$80 juta dolar, serta pengembangan 5 dari total 12 fasilitas budidaya unggas yang sudah berjalan.
Baca Juga
- Pesta Cuan Saham Grup Bakrie Awal 2026, BNBR Naik Lebih dari 60%
- Profil Feisal Hamka, Putra Mahkota Raja Tol Jusuf Hamka yang Rajin Tambah Saham CMNP
- Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini, Minggu 11 Januari 2026
"Kemudian kelapa, fasilitas kelapa terintegrasi, ini sudah jalan di Morowali, US$100 juta," terang pria yang juga menjabat Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) itu.
Sebelumnya pada Minggu (4/1/2026), Rosan telah melaporkan perkembangan lima titik proyek hilirisasi yang digarap oleh Danantara kepada Presiden Prabowo Subianto, di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Melalui unggahan di akun Instagram resminya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut lima proyek itu rencananya akan menjalani tahap groundbreaking di awal Februari 2026.
"Program tersebut akan dilakukan di beberapa provinsi Indonesia dengan total investasi sebesar 6 miliar USD atau sekitar 100 triliun rupiah," tulis Teddy di akun Instagram @sekretariat.kabinet.
Tidak hanya itu, Rosan juga disebut membahas soal proyek Waste to Energy atau penertiban pengelolaan sampah yang diharapkan bisa mengurangi volume sampah terbuka sekaligus bermanfaat secara ekonomis.



