Jakarta, VIVA – Nama Toyota kembali mencuat dalam pembahasan mobil listrik di Indonesia, kali ini dari segmen pikap. Sebuah kendaraan jenis pikap Toyota dan memiliki desain yang mirip Hilux BEV terpantau telah terdaftar di Indonesia, memunculkan dugaan kuat bahwa model global tersebut tengah dipersiapkan untuk pasar regional.
Spekulasi ini sejalan dengan pengumuman resmi Toyota Motor Corporation pada 10 November 2025. Dalam pengumuman yang dilihat VIVA Otomotif pada Minggu 11 Januari 2026 tersebut, Toyota menegaskan komitmen strategi multi-pathway dengan menghadirkan berbagai pilihan powertrain, termasuk battery electric vehicle.
Toyota secara global telah memperkenalkan Hilux terbaru yang mencakup varian BEV dalam acara world premiere di Bangkok, Thailand. Model ini menjadi bagian dari rencana peluncuran bertahap di kawasan Asia mulai 2026.
Untuk pasar Jepang, Toyota bahkan sudah menjadwalkan peluncuran Hilux generasi baru pada pertengahan 2026, berdampingan dengan versi diesel. Langkah ini menunjukkan bahwa elektrifikasi tidak menggantikan sepenuhnya mesin konvensional, melainkan berjalan paralel.
Hilux BEV dibekali baterai lithium-ion berkapasitas 59,2 kWh yang ditempatkan di bawah lantai kendaraan. Penempatan ini memaksimalkan struktur rangka sekaligus menjaga karakter pikap sebagai kendaraan kerja.
Toyota mengklaim jarak tempuh Hilux listrik mencapai 300 kilometer atau lebih berdasarkan pengujian NEDC. Efisiensi tersebut dicapai melalui penggunaan eAxle generasi baru dengan performa yang ditingkatkan.
Dari sisi performa, Hilux BEV menggunakan sistem penggerak empat roda dengan eAxle di depan dan belakang. Total output sistem mencapai 144 kW, yang dirancang tetap mumpuni untuk kebutuhan off-road.
Dimensi kendaraan ini juga tetap mencerminkan DNA Hilux sebagai pikap serbaguna. Panjangnya mencapai 5.320 mm dengan wheelbase 3.085 mm, memberi ruang optimal untuk kabin dan bak angkut.
Toyota menegaskan bahwa pengembangan Hilux listrik tidak berhenti di BEV saja. Versi fuel cell electric vehicle (FCEV) juga tengah disiapkan untuk pasar Eropa dan Oseania mulai 2028.
Jika mengacu pada pendaftaran di Indonesia, besar kemungkinan Toyota tengah melakukan langkah administratif awal. Pola ini kerap dilakukan sebelum peluncuran resmi atau studi kelayakan pasar.




