Grok AI Diblokir di Inggris, Elon Musk Buka Suara

cnbcindonesia.com
8 jam lalu
Cover Berita
Foto: Logo xAI dan Grok. (REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Inggris dikabarkan segera memblokir Grok, artificial intelligence (AI) kepunyaan Elon Musk. Hal ini disebabkan kemampuannya yang ternyata dapat digunakan untuk memproduksi konten pornografi yang menargetkan perempuan dan anak di bawah umur.

Terkait hal ini, Musk pun buka suara dan menuduh pemerintah Inggris ingin menekan kebebasan berbicara setelah para menteri mengancam akan menjatuhkan denda dan kemungkinan melarang situs media sosialnya, X.

Miliarder itu mengklaim Grok adalah aplikasi yang paling banyak diunduh di App Store Inggris pada Jumat malam setelah para menteri mengancam akan mengambil tindakan kecuali fungsi untuk membuat gambar-gambar yang melecehkan secara seksual dihapus.


Baca: Kisah WNA Bawa Pulang 3.000 Gram Emas dari RI, Bayar BK Rp655 Juta

"Mereka hanya ingin menekan kebebasan berbicara," kata Musk melalui akun media sosial X seperti dikutip The Guardian, (11/1/2026).

Ribuan wanita telah menghadapi pelecehan dari pengguna alat AI yang pertama kali digunakan untuk secara digital mengubah foto-foto berpakaian lengkap menjadi gambar yang menunjukkan mereka mengenakan bikini mikro, dan kemudian digunakan untuk manipulasi gambar ekstrem.

Foto-foto gadis remaja dan anak-anak diedit untuk menunjukkan mereka mengenakan pakaian renang, yang membuat para ahli mengatakan bahwa sebagian konten tersebut dapat dikategorikan sebagai materi pelecehan seksual anak.

Beberapa pengguna mulai menuntut untuk melihat memar di tubuh para wanita, dan agar darah ditambahkan ke gambar. Wanita-wanita ditampilkan diikat, disekap, dan ditembak.

Menteri Teknologi Inggris, Liz Kendall, mengatakan pada hari Jumat (9/1) bahwa para menteri sedang mempertimbangkan secara serius kemungkinan akses ke X dilarang di Inggris.

Liz mengharapkan bahwa Otoritas komunikasi Inggris, Ofcom yang pekan ini sedang mencari jawaban mendesak dari platform tersebut, untuk segera mengumumkan tindakan secepatnya guna melindungi pengguna.

Baca: Pelaku Pasar Harus Tahu, Bos OJK Kasih Wanti-Wanti Jangka Menengah

"X perlu mengendalikan situasi dan menghapus materi ini. Dan saya ingin mengingatkan mereka bahwa dalam Undang-Undang Keamanan Online, terdapat kewenangan untuk memblokir akses ke layanan jika mereka menolak untuk mematuhi hukum bagi masyarakat di Inggris. Dan jika Ofcom memutuskan untuk menggunakan kewenangan tersebut, mereka akan mendapat dukungan penuh dari pemerintah," paparnya.

Kekhawatiran pemerintah Inggris tersebut juga diutarakan oleh Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese. Berbicara di Canberra pada hari Sabtu, Albanese mengatakan bahwa warga global berhak mendapatkan yang lebih baik.

Australia baru-baru ini melarang penggunaan media sosial untuk anak di bawah usia 16 tahun.

"Penggunaan kecerdasan buatan generatif untuk mengeksploitasi atau melakukan seksualisasi terhadap orang tanpa persetujuan mereka adalah hal yang menjijikkan," kata Albanese.

"Fakta bahwa alat ini digunakan sehingga orang-orang menggunakan fungsi pembuatan gambar melalui Grok benar-benar menjijikkan. Sekali lagi, ini adalah contoh media sosial yang tidak menunjukkan tanggung jawab sosial," paparnya.

Beberapa tokoh politik sayap kanan mencoba membingkai ini sebagai masalah kebebasan berbicara.

Baca: Media Asing Soroti RI Negara Pertama Blokir Grok AI Milik Elon Musk

Menanggapi berita bahwa X menghadapi potensi larangan, mantan perdana menteri Liz Truss mengatakan bahwa Starmer benar-benar telah kehilangan akal sehatnya.

XAi sebagian membatasi akses ke Grok pada hari Jumat. Akun publiknya kehilangan kemampuan untuk menghasilkan gambar atas permintaan pengguna gratis, sehingga fungsi tersebut hanya tersedia untuk pelanggan berbayar. Tampaknya juga telah berhenti membuat gambar bikini.

Namun, aplikasi Grok, yang tidak menghasilkan gambar secara publik, masih dapat membuat materi seksual eksplisit dari foto-foto wanita.

Aplikasi nudifikasi lainnya masih tersedia. Anggota parlemen Partai Buruh Jess Asato, yang berkampanye melawan pelecehan dan kekerasan seksual terhadap perempuan, mengatakan bahwa undang-undang untuk melarang aplikasi semacam itu sangat dibutuhkan.

"Bukan hanya XAi. Alat nudifikasi ini diiklankan kemarin di @YouTube," ungkap Asato.

"Undang-undang nudifikasi kita perlu dipercepat," ujarnya.


(lih/haa)
Saksikan video di bawah ini:
Video: AI Bantu Inklusi Keuangan, Bisa Telisik Profil Risiko Nasabah

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Presiden Kolombia Sebut AS Siap-siap Luncurkan Operasi Militer
• 17 jam laluidntimes.com
thumb
Pesan Wamenhaj Dahnil Anzar di Diklat Petugas Haji 2026, Luruskan Niat dan Siap Melayani
• 7 jam laludisway.id
thumb
Mendagri Tegaskan Kayu Sisa Banjir Sumatra Boleh Dipakai Warga: Perusahaan Tidak Boleh
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
Akun SSCASN Honorer Tidak Ikut PPPK Paruh Waktu Berubah, Sinyal Bakal Diangkat ASN?
• 18 jam lalujpnn.com
thumb
Indonesia Buka Peluang Pekerja Migran di Suriname dan Guyana
• 19 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.