Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memaparkan perkembangan fisik dan akademis para siswa Sekolah Rakyat (SR) menjelang peresmian program tersebut oleh Presiden Prabowo Subianto. Hasil evaluasi itu akan menjadi bagian dari laporan kepada Presiden.
Gus Ipul menyebutkan, kondisi fisik siswa Sekolah Rakyat menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hal ini didukung oleh sistem pendidikan berasrama dengan pemenuhan gizi yang terkontrol.
“Saya juga perlu sampaikan dari sisi kesehatan siswa. Karena siswa di sini pendidikannya 24 jam, kemudian makanannya cukup bergizi, pertumbuhannya menjadi sangat baik untuk fisiknya. Jadi kesehatan-kesehatannya meningkat, anemia menurun,” ujar Gus Ipul kepada wartawan di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Minggu (11/1).
Ia mengungkapkan, salah satu indikator peningkatan fisik siswa terlihat dari ukuran seragam sekolah yang mulai tidak muat.
“Dan bahkan sebagian di antara siswa-siswa Sekolah Rakyat ini seragamnya sudah tidak cukup. Ini menunjukkan ada perkembangan yang sangat baik dari sisi kesehatan,” jelasnya.
Selain aspek fisik, Gus Ipul juga menyoroti perkembangan akademis siswa. Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat tidak menerapkan tes akademik saat penerimaan siswa. Namun melalui metode pembelajaran khusus, siswa mampu mengejar ketertinggalan akademik dalam waktu relatif singkat.
“Ada juga anak yang kelas 1 SMA tapi belum bisa baca, bahkan belum bisa menulis. Mereka ini mendapatkan bimbingan khusus, dan dalam waktu tiga sampai empat bulan mereka sudah mulai lancar membaca. Bahkan mereka juga meminta buku-buku novel karena ingin mengejar ketertinggalannya itu dengan semangat yang sangat kuat,” paparnya.
Gus Ipul menambahkan, peningkatan tersebut juga dibarengi dengan perubahan karakter dan kedisiplinan siswa. Hal itu diketahui dari laporan orang tua saat siswa menjalani libur semester.
“Kami banyak dapat laporan dari para orang tuanya ketika kemarin mereka kembali ke rumah pada masa libur. Ada sesuatu yang membuat orang tua bangga; anaknya lebih disiplin, bangun pagi, tidak menyendiri, dan lebih optimis serta bersemangat,” ungkapnya.
Sekolah Rakyat merupakan program gagasan Presiden Prabowo Subianto yang dijalankan oleh Kementerian Sosial untuk menjangkau keluarga desil 1 dan 2. Program ini menerapkan sistem pendidikan berasrama dengan pendampingan penuh selama 24 jam.


