tvOnenews.com - Bagi banyak pemain padel, bertemu lawan kidal (left-handed) bisa menjadi mimpi buruk di lapangan.
Geometri permainan yang biasanya kamu hafal seketika berubah menjadi "efek cermin" yang membingungkan. Arah bola pun yang biasanya aman, tiba-tiba bisa menjadi santapan empuk bagi forehand lawan.
Namun, pemain kidal bukan berari mereka tidak bisa dikalahkan. Sebab, kamu tetap bisa melakukannya dengan memahami perubahan mekanika lapangan, dan membalikkan keadaan.
Berikut empat strategi jitu untuk meredam dominasi pemain kidal di lapangan padel yang bisa kamu terapkan.
1. Waspadai "Double Forehand" di Tengah
- Unsplash/Gabriel Martin
Dalam formasi standar di mana pemain kidal bermain di sisi kanan (sisi drive) dan pemain tangan kanan di sisi kiri, mereka menciptakan double forehand di area tengah lapangan.
Risikonya, area tengah yang biasanya menjadi kelemahan banyak pasangan, justru menjadi zona kekuatan mereka. Smash dan bajada mereka akan sangat mematikan di zona tersebut.
Strategi yang bisa kamu lakukan adalah dengan tidak asal membuang bola ke tengah. Cobalah untuk melakukan lob yang sangat tinggi ke arah bahu luar mereka untuk memaksa mereka bergerak menjauh dari zona nyaman di tengah.
2. Incar Sisi Backhand yang Berdekatan dengan Kaca- Unsplash/Gabriel Martin
Pemain kidal yang bermain di sisi kanan memiliki backhand yang terletak di dekat dinding kaca samping. Itu bisa jadi target utamamu.
Kirimkan bola-bola slice rendah yang mengarah ke sudut kaca kanan mereka. Bagi pemain kidal, memukul bola backhand yang rendah dan terjepit di kaca samping sangatlah sulit.
Hal itu akan memaksa mereka melakukan pengembalian yang tanggung, yang bisa kamu eksekusi dengan volley di depan net.
3. Antisipasi Efek "Slice" yang Terbalik- Pexels/Roger Aribau Gisbert
Bola slice dari pemain kidal memiliki putaran yang berbeda dari pemain tangan kanan. Jika slice pemain kanan cenderung memantul ke satu arah setelah mengenai kaca belakang, bola dari pemain kidal akan memantul ke arah sebaliknya.
Kamu harus memberi ruang lebih luas saat bola lawan mengenai kaca belakang. Jangan terlalu menempel pada dinding, karena pantulan bola kidal seringkali "mengejar" tubuhmu atau justru menjauh secara tidak terduga.
4. Eksploitasi Kebingungan Komunikasi- Unsplash/Gabriel Martin
Meskipun memiliki dua forehand di tengah adalah keuntungan, hal ini juga bisa menjadi bumerang. Seringkali terjadi kebingungan tentang siapa yang harus mengambil bola tengah.
Taktik yang bisa kamu lakukan adalah dengan melakukan pukulan chiquita, yakni bola pelan yang jatuh di kaki lawan, tepat di antara kedua pemain.
Tekanan psikologis karena harus berebut bola tengah sering kali memicu kesalahan komunikasi (miscommunication) di antara mereka. Hal itu tentu saja bisa menjadi peluang untuk mencuri poin.
Bermain melawan pemain kidal memang menantang, tetapi juga merupakan kesempatan luar biasa untuk mengasah kecerdasan taktismu.
Dengan mengubah pola pikir dan target serangan, kamu tidak lagi akan merasa terintimidasi oleh "tangan kidal" mereka. (ism)



