Astronot Sakit, NASA Panik

viva.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Misi SpaceX Crew-11 ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) akan dipersingkat dan para astronot akan kembali ke Bumi lebih awal dari jadwal, karena salah satu dari mereka membutuhkan perawatan medis, demikian diumumkan oleh Direktur Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat atau NASA, Jared Isaacman.

Tim beranggotakan empat orang tersebut telah melakukan penelitian di atas ISS sejak Agustus dan diperkirakan akan tetap berada di sana hingga bulan depan, setelah periode serah terima setelah kedatangan misi Crew-12.

Baca Juga :
Sohib Elon Musk Jadi Bos NASA
PSSI Awards 2026 Resmi Diluncurkan di ISS 2025, Thom Haye: Apresiasi yang Penting untuk Pemain

“Tanggal 7 Januari kemarin, seorang anggota kru di ISS mengalami masalah medis dan sekarang kondisinya stabil,” kata Isaacman, seperti dikutip dari situs Russia Today, Minggu, 11 Januari 2026.

Ia juga telah mengambil keputusan bahwa demi kepentingan terbaik para astronot NASA, maka Crew-11 harus dipulangkan lebih awal dari jadwal keberangkatan.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan dan Medis NASA, JD Polk, mencatat bahwa ini bukanlah evakuasi darurat tetapi menggunakan "seluruh perlengkapan" medisnya untuk mendiagnosis astronot tersebut setelah mereka kembali ke Bumi.

Menurutnya, NASA saat ini sedang "mengevaluasi jadwal mereka" untuk peluang peluncuran lebih awal untuk misi Crew-12, yang sebelumnya dijadwalkan pada pertengahan Februari 2026.

Para anggota Crew-11 – Kosmonot Roscosmos Oleg Platonov, Astronot NASA Zena Cardman dan Mike Fincke, serta Astronot Jepang Kimiya Yui – diperkirakan akan mendarat di lepas pantai California, AS, pada Kamis, 15 Januari 2026, dengan syarat kondisi cuaca memungkinkan.

Sementara itu, ISS akan dipelihara oleh Kosmonot Sergey Kud-Sverchkov dan Sergei Mikaev, serta Astronot Chris Williams, yang diluncurkan ke stasiun tersebut dengan pesawat Soyuz MS-28 Rusia pada November 2025.

Roscosmos dan NASA sepakat untuk memperpanjang kerja sama luar angkasa dan operasi bersama di atas ISS pada Juli 2025, menjelang peluncuran misi Crew-11.

Stasiun luar angkasa internasional (ISS) ini, yang terbesar yang pernah dibangun, telah mengorbit Bumi sejak 1998.

Hingga kini, ISS terus berfungsi sebagai platform penelitian ilmiah internasional yang unik meskipun bertahun-tahun dilanda ketegangan politik terkait konflik Ukraina.

Baca Juga :
NASA Lakukan PHK Massal di Tengah Shutdown AS, Pastikan Misi Luar Angkasa Tetap Jalan
Survei: Prabowo Jadi Presiden dengan Tingkat Kepercayaan Masyarakat Tertinggi Sejak Reformasi
Astronot Perempuan Pertama Indonesia, Pratiwi Sudarmono Jadi Inspirasi Film Pelangi di Mars

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KPK: OTT Pegawai DJP Jakut Terkait Pajak Sektor Pertambangan
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
[FULL] PDIP Jelaskan Alasan Pakai Istilah Partai Penyeimbang Bukan Oposisi Pemerintah
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
OTT Perdana KPK di 2026: Dugaan Suap Jerat Pejabat Pajak
• 18 jam laludetik.com
thumb
BRI Super League: Persib Tiba di GBLA Disambut Suar Bobotoh, Persija Naik 5 Rantis Barracuda
• 8 jam lalubola.com
thumb
Gugat Denada Rp7 Miliar atas Dugaan Penelantaran Anak, Psikologis Ressa Rizky Rossano Kini Terganggu
• 11 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.