Kudus: Hujan deras mengguyur pegunungan Muria, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada Jumat, 9 Januari 2026. Akibatnya, debit Sungai Gelis, Piji, dan Dawe meluap hingga merendam permukiman warga di empat kecamatan. Tingginya curah hujan juga memicu longsor di puluhan titik di tiga kecamatan.
"Banjir dan limpasan sungai tercatat terjadi di empat kecamatan, yaitu Kudus Kota, Mejobo, Kota, Jekulo, dan Bae. Sementara puluhan titik tanah longsor tersebar di Kecamatan Dawe, Gebog, dan Bae," ujar Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus Ahmad Munaji, Minggu, 11 Januari 2026.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus bergerak cepat dengan mengerahkan seluruh perangkat daerah dan berkoordinasi lintas instansi. Ia menegaskan keselamatan warga menjadi prioritas utama dan meminta seluruh organisasi perangkat daerah untuk tetap siaga serta responsif.
“Kami tidak ingin penanganan lambat. Semua OPD saya minta turun ke lapangan, berkoordinasi, dan memastikan kebutuhan warga terdampak terpenuhi,” ujar Sam’ani.
Baca Juga :
Tiga Kecamatan di Kudus Terdampak LongsorMasyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah lereng pegunungan Muria diimbau agar meningkatkan kewaspadaan. Sebab, bencana susulan masih berpotensi terjadi.
"Mengingat status siaga darurat bencana masih berlaku hingga 31 Mei 2026," kata Sam'ani.
Dua kendaraan terperosok ke jurang akibat longsor di Kudus. Metrotvnews.com/ istimewa
BPBD Kabupaten Kudus mencatat sebanyak 14.143 jiwa terdampak bencana hidrometeorologi basah. Sejak Jumat, 9 Januari 2026 hingga hari ini, bencana banjir, limpasan sungai, tanah longsor, dan cuaca ekstrem terjadi di Kota Kretek.



