Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Sumbawa
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, untuk meninjau kesiapan lahan calon pembangunan Sekolah Garuda. Dimana, kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan unggulan hingga ke wilayah nonperkotaan.
Stella menegaskan, bahwa Sekolah Garuda merupakan bagian dari visi besar Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam menghadirkan pendidikan bermutu bagi seluruh anak bangsa.
Menurutnya, Sekolah Garuda dirancang untuk mencetak sumber daya manusia unggul yang memiliki daya saing global, tanpa memandang latar belakang sosial maupun wilayah asal.
“Presiden memiliki komitmen kuat agar setiap anak bangsa mendapatkan pendidikan yang layak, setara, dan berkualitas. Sekolah Garuda menjadi salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut,” ujar Stella kutip Minggu, 11 Januari 2026.
Melalui program ini, pemerintah menargetkan lahirnya lulusan-lulusan berprestasi yang mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi ternama, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Stellah mengatakan, nantinya para siswa akan mendapatkan kurikulum pengayaan yang menitikberatkan pada penguatan akademik, karakter, kemampuan berpikir kritis, serta riset, dengan tetap mengacu pada kurikulum nasional yang diperkaya standar International Baccalaureate.
“Sebagai bentuk keberpihakan terhadap pemerataan akses pendidikan, pemerintah menetapkan sedikitnya 80 persen peserta didik Sekolah Garuda akan menerima beasiswa penuh,” ungkapnya
Lebih lanjut, ia mengatakan jika skema ini ditujukan agar siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu tetap memiliki kesempatan mengenyam pendidikan unggulan.
“Program ini diperuntukkan bagi siswa-siswa terbaik yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan berkualitas. Ini merupakan kesinambungan kebijakan Presiden, mulai dari Sekolah Rakyat hingga Sekolah Garuda,” jelas Stella.
Berbeda dari sekolah unggulan pada umumnya, sebagian besar Sekolah Garuda direncanakan dibangun di kota kecil dan wilayah nonperkotaan, termasuk di Kabupaten Sumbawa.
Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong interaksi aktif antara siswa dengan masyarakat sekitar, sekaligus menumbuhkan empati sosial, kepemimpinan, dan pemahaman terhadap potensi lokal.
Melalui kegiatan riset dan pengabdian, siswa Sekolah Garuda diharapkan mampu berkontribusi langsung dalam pengembangan daerahnya masing-masing.
Stella mengatakan, jika Presiden Prabowo juga menyiapkan peluang beasiswa luar negeri bagi lulusan Sekolah Garuda yang berprestasi dan membutuhkan dukungan pembiayaan, sebagai jembatan untuk menempuh pendidikan di universitas terbaik dunia.
Dalam implementasinya, Sekolah Garuda akan dikembangkan melalui dua skema, yakni pembangunan Sekolah Garuda Baru serta Sekolah Garuda Transformasi.
Pada skema transformasi, pemerintah akan melakukan pembinaan terhadap sekolah-sekolah berprestasi agar mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan daya saing lulusan di tingkat internasional.
Sementara itu, Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan pendidikan di daerah.
Ia menyatakan kesiapan penuh Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam mendukung pembangunan Sekolah Garuda.
“Kami menyambut baik rencana pembangunan Sekolah Garuda di Sumbawa. Ini menjadi peluang besar bagi anak-anak daerah untuk mengakses pendidikan unggulan tanpa harus meninggalkan kampung halaman sejak dini,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa, lanjut Jarot, telah menyiapkan dua lokasi lahan yang akan dihibahkan untuk pembangunan sekolah, serta berkomitmen mendukung penyediaan infrastruktur pendukung seperti akses jalan, air, dan listrik.
Terkait jadwal pembangunan, Wamendiktisaintek menyampaikan bahwa lokasi di Sumbawa masuk dalam tahap kedua pembangunan Sekolah Garuda.
Proses pembangunan direncanakan dimulai pada 2026 dan ditargetkan rampung paling lambat Juni 2027, sehingga dapat mulai menerima peserta didik pada tahun ajaran 2027/2028.
Saat ini, pemerintah telah memulai pembangunan empat Sekolah Garuda baru di Belitung Timur, Soe (Nusa Tenggara Timur), Kalimantan Utara, dan Sulawesi Tenggara. Selain Sumbawa, peninjauan lokasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat juga dilakukan di Lombok Timur sebagai bagian dari perluasan program nasional.
Kunjungan kerja ini menjadi langkah penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadirkan Sekolah Garuda sebagai ekosistem pendidikan unggul, inklusif, dan berorientasi masa depan.
Editor: Redaktur TVRINews



