Jakarta, VIVA – Pemerintah resmi memperkenalkan undang-undang yang melarang iklan yang tidak dapat dilewati di YouTube dan platform online lainnya.
Perubahan aturan yang terjadi di Vietnam ini akan berlaku pada 15 Februari 2026 yang bertujuan untuk memperketat kontrol terhadap iklan online di negara Asia Tenggara tersebut guna melindungi masyarakat dari kelelahan akibat terlalu banyak melihat layar dan konten promosi ilegal.
Pengguna di berbagai negara semakin banyak mengeluhkan iklan panjang yang tidak dapat dilewati di YouTube dalam beberapa minggu terakhir, dengan beberapa mengatakan mereka terpaksa menonton klip yang berdurasi satu jam atau lebih.
Amandemen baru terhadap undang-undang periklanan Vietnam menyatakan bahwa waktu tunggu sebelum pengguna dapat melewati iklan video tidak boleh melebihi lima detik, sedangkan iklan statis harus dapat langsung dibatalkan.
Selain itu, peraturan ini juga mengharuskan platform untuk menyediakan opsi yang jelas dan mudah dipahami untuk menutup iklan dengan sekali klik, serta melarang simbol penutup yang menyesatkan atau tidak jelas yang bertujuan untuk membingungkan pengguna.
Platform juga diperintahkan untuk menyediakan cara yang mudah diakses bagi konsumen untuk melaporkan iklan yang melanggar hukum, menurut amandemen tersebut, seperti dikutip dari situs Russia Today, Minggu, 11 Januari 2026.
Selain itu, undang-undang tersebut memberlakukan peraturan yang lebih ketat terhadap iklan untuk 11 kelompok barang dan jasa yang secara langsung berdampak pada lingkungan dan kesehatan manusia. Kelompok tersebut meliputi kosmetik, makanan, minuman beralkohol, obat-obatan, dan lain-lain.
Ketika ditanya oleh media mengenai meningkatnya keluhan tentang iklan yang terlalu panjang dan tidak dapat dilewati, pemilik YouTube, Google, mengatakan bahwa mereka membatasi iklan tersebut maksimal 15 detik di perangkat seluler dan 60 detik di TV.
Perusahaan tersebut menyalahkan durasi iklan yang sangat panjang tersebut pada pengguna yang menggunakan perangkat lunak pemblokir iklan yang berkinerja buruk dan mengganggu pengalaman pemutaran.
“Iklan adalah sumber kehidupan vital bagi para kreator kami yang membantu mereka menjalankan dan mengembangkan bisnisnya. Mereka meminta pemirsa untuk mengizinkan iklan di YouTube atau mencoba YouTube Premium untuk pengalaman tanpa iklan,” kata Google.




