VIVA – Laga Persib Bandung kontra Persija Jakarta kembali menghadirkan sorotan tersendiri, bukan hanya karena rivalitas panjang kedua tim, tetapi juga karena rekam jejak pelatih Persib, Bojan Hodak, dalam duel klasik tersebut. Pertandingan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu, 11 Januari 2026, menjadi ujian lanjutan konsistensi rekor impresif sang pelatih asal Kroasia.
Sejak menangani Persib pada pertengahan musim 2023/2024, Hodak belum sekalipun merasakan kekalahan dari Persija. Catatan itu menjadikan duel El Clasico Indonesia kali ini tak sekadar soal posisi klasemen, tetapi juga tentang kesinambungan dominasi dalam rivalitas paling bergengsi di sepak bola nasional.
Dalam empat pertemuan terakhir di bawah kendali Hodak, Persib mencatat dua kemenangan dan dua hasil imbang. Persija, yang terakhir kali menundukkan Persib pada 31 Maret 2023 dengan skor 2-0 di Stadion Patriot Candrabhaga, belum mampu kembali mengulang hasil serupa setelah itu.
Rekor tersebut sejalan dengan capaian Persib di level kompetisi. Di bawah arahan Hodak, Maung Bandung berhasil meraih gelar juara dalam dua musim terakhir, sebuah indikator kuat tentang stabilitas performa dan mental juara yang ditanamkan di dalam tim.
Namun, tantangan kali ini hadir dengan nuansa berbeda. Persija datang ke Bandung dengan komposisi dan pendekatan baru di bawah pelatih Mauricio Souza. Macan Kemayoran tampil lebih agresif dan menjadi tim paling produktif kedua di Super League 2025/2026 dengan catatan 32 gol.
Secara klasemen, rivalitas kedua tim juga semakin tajam. Persib dan Persija sama-sama mengoleksi 35 poin dan berada di papan atas, dengan jarak posisi yang tipis. Kondisi ini membuat hasil laga di GBLA berpotensi menentukan arah perebutan gelar juara paruh musim.
Dari sisi karakter permainan, pertemuan kali ini mempertemukan dua kekuatan yang kontras. Persib dikenal solid di lini belakang dengan catatan hanya kebobolan 11 gol dari 16 pertandingan, sementara Persija mengandalkan produktivitas lini depan sebagai senjata utama.
Catatan head to head terbaru turut memperkuat posisi Persib secara statistik. Dari lima pertemuan terakhir, Maung Bandung mencatat dua kemenangan, dua hasil imbang, dan hanya satu kali kalah. Modal tersebut memberi kepercayaan diri tambahan, meski tidak otomatis menjamin hasil di laga sarat tekanan seperti El Clasico Indonesia.




/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F11%2Ff55d57bea7791cf0261455b97ca89382-Screenshot_2026_01_11_112503.png)