Jalan Utama Putus Imbas Longsor, 3.522 Warga Desa Tempur Jepara Terisolasi

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Sebanyak 3.522 warga Desa Tempur, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah masih terisolasi pasca tanah longsor memutus jalur utama di desa tersebut. Jaringan listrik di desa ini juga lumpuh total.

Kepala BPBD Kabupaten Jepara Arwin Noor Isdiyanto mengatakan, ada enam dukuh yang terdiri dari 1.446 kepala keluarga yang terisolasi akibat terputusnya akses jalan secara total. Longsor menerjang desa ini pada Jumat (9/1) setelah diguyur hujan deras tanpa henti.

"Bahwa 3.522 jiwa dari 1.445 kepala keluarga Desa Tempur dan enam dukuh terisolir akibat terputusnya akses jalan secara total," ujar Arwin dalam keterangannya, Minggu (11/1).

Ia mencatat, berdasarkan hasil rapid assessment, sejak Jumat (9/1) kemarin, ada 18 titik longsor dengan karakteristik rusak berat hingga kritis yang terjadi di Desa Tempur.

"Titik terparah berada di lokasi pertigaan samping spot foto 'Selamat Datang'. Badan jalan hilang total sepanjang 50 meter karena tergerus aliran Sungai Gelis," tuturnya.

"Titik kritis lain berada di lokasi Jembatan Mbah Sujak, jalan terkikis sedalam 6 meter akibat sungai yang berpindah aliran," tambah dia.

Tidak hanya memutus akses jalan, longsor juga merusak 6 unit rumah warga. Selain itu, jaringan listrik di Desa Tempur juga padam total akibat satu tiang listrik roboh dan satu lainnya miring.

"Puluhan hektare area persawahan sepanjang Sungai Gelis dilaporkan hanyut. Data rinci mengenai kerugian pertanian masih dalam pendataan," sebut Arwin.

Ia menegaskan, hingga Minggu (11/1), pihaknya terus melakukan upaya-upaya darurat untuk mengatasi dampak bencana ini. Namun, belum maksimal lantaran cuaca buruk dan potensi longsor susulan.

"Pembersihan material longsor di titik pertama dilakukan malam tadi namun belum selesai karena kondisi cuaca," ujarnya.

"Kendala utama adalah cuaca ekstrem yang berpotensi memicu longsor susulan dan banyaknya material batu besar yang masih berjatuhan," tambahnya.

Ia juga meminta adanya bantuan tambahan alat berat berupa excavator tipe PC-75 untuk menangani material besar dan logistik bagi ribuan warga terdampak.

Untuk koordinasi bantuan atau konfirmasi, masyarakat dapat menghubungi Pusat Pengendalian Operasi (PUSDALOPS) BPBD Kabupaten Jepara di nomor 08112766451.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
• 8 jam lalusuara.com
thumb
Sejumlah Kendaraan di Belitung Terjebak Banjir
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Berkepanjangan di Sumatera Utara, Waspadai Banjir dan Longsor
• 2 jam lalupantau.com
thumb
Bagaimana Penyebaran Kasus Superflu di Indonesia?
• 7 jam lalukompas.id
thumb
Persela Tahan Imbang Barito Putra 0-0, Laga Keras Warnai Pertemuan di Surajaya
• 2 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.