Indonesia dan Turki Targetkan Nilai Perdagangan Bilateral Capai Rp160 Triliun

idxchannel.com
11 jam lalu
Cover Berita

Indonesia dan Turki berkomitmen untuk meningkatkan volume perdagangan bilateral hingga USD10 miliar atau sekitar Rp160 triliun per tahun.

Indonesia dan Turki Targetkan Nilai Perdagangan Bilateral Capai Rp160 Triliun. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Indonesia dan Turki berkomitmen untuk meningkatkan volume perdagangan bilateral hingga USD10 miliar atau sekitar Rp160 triliun per tahun.

Untuk mencapai target tersebut, Indonesia dan Turki sepakat mendorong percepatan penyelesaian preferential tariff agreement (PTA) terbatas sebagai langkah awal menuju comprehensive economic partnership agreement (CEPA) guna meningkatkan nilai perdagangan bilateral. 

Baca Juga:
Turki Cetak Pertumbuhan Ekonomi 3,7 Persen pada Kuartal III-2025

Dalam pertemuan 2+2 di Ankara, Turki pada 9 Januari 2026, Turki juga menyatakan kesediaan untuk mendukung program-program prioritas Pemerintah Indonesia, termasuk proyek tiga juta rumah, dan pengembangan ibu kota baru Nusantara.

Pertemuan 2+2 tersebut dihadiri menteri luar negeri dan menteri pertahanan kedua negara.

Baca Juga:
Tingkat Pengangguran di Turki Turun Jadi 8,5 Persen pada Oktober 2025

"Selanjutnya, kedua belah pihak sepakat untuk mendorong sektor swasta mereka untuk berpartisipasi dan meningkatkan kerja sama teknis di bidang digitalisasi, kecerdasan buatan, semikonduktor, teknologi informasi dan komunikasi, kesehatan, energi, transportasi, infrastruktur, konektivitas, dan industri halal," kata kedua pihak dalam deklarasi bersama seusai pertemuan.

Para Menteri juga mendorong Dana Kekayaan Turki (TWF) dan Danantara untuk mengevaluasi kemungkinan kerja sama dan peluang investasi bersama, termasuk pengembangan bersama ekosistem baterai kendaraan listrik, investasi bersama di industri petrokimia, dan kerja sama dalam proyek energi dan pertambangan.

Baca Juga:
Indonesia-Turki Sepakat Percepat Penyelesaian Perjanjian Dagang

"Para menteri sepakat untuk menjajaki peluang untuk memperbarui Perjanjian Promosi dan Perlindungan Investasi antara kedua negara, yang akan lebih memobilisasi investasi swasta," kata mereka. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Penangkapan Nicolás Maduro: Mengapa Minyak Tenang, Emas Justru Naik?
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Natal Kemenko Perekonomian, Menko Airlangga Tekankan Persaudaraan dan Optimisme Ekonomi 2026
• 8 jam lalutvrinews.com
thumb
Modus Licik 3 Pejabat Pajak KPP Jakarta Utara yang Ditetapkan Tersangka Ternyata Tidak Hanya Sekali
• 14 jam laluokezone.com
thumb
DPR Gelar Rakor Percepatan Pemulihan Pascabanjir Aceh
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Dilanda Banjir Susulan, Aceh Utara Tetapkan Kembali Tanggap Darurat Bencana
• 17 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.