Gunakan Motor yang Sama, Fabio Di Giannantonio Tak Yakin Bisa Gacor Sekalipun Contek Data Milik Marc Marquez

tvonenews.com
10 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Fabio Di Giannantonio mengalami sejumlah kesulitan saat mengendarai Ducati Desmosedici GP25 pada musim MotoGP 2025. 

Menyalin setelan motor milik juara dunia Marc Marquez pun bukan solusi bagi pembalap asal Italia tersebut.

Fabio di Giannantonio dibelakang Alex Marquez
Sumber :
  • MotoGP

Pada musim 2025, pembalap VR46 Ducati itu mencatatkan total sepuluh podium, baik di balapan sprint maupun grand prix. 

Catatan tersebut terbilang solid, namun belum cukup untuk membawanya bersaing dalam perebutan gelar juara dunia. 

Performa Di Giannantonio masih belum konsisten, sehingga ia harus puas menutup musim di posisi keenam klasemen akhir.

Di Giannantonio menggunakan motor Ducati Desmosedici GP25 yang sama dengan dua pembalap tim pabrikan, Marc Marquez dan Francesco Bagnaia. 

Marquez tampil sangat dominan dan mengunci gelar juara dunia lebih awal di Jepang. 

Sementara itu, Bagnaia dan Di Giannantonio sama-sama menghadapi tantangan dalam mengoptimalkan performa motor generasi terbaru Ducati tersebut.

Di Ducati, seluruh data pembalap bersifat terbuka dan dapat diakses satu sama lain di garasi. 

Marc Marquez dan Francesco Bagnaia
Sumber :
  • Ducati Corse

Dengan dominasi Marquez sepanjang musim, muncul pertanyaan mengapa Di Giannantonio tidak meniru setelan motor sang juara dunia.

"Masalahnya adalah setiap pembalap bekerja dan berkendara secara berbeda," tegas Diggia dilansir dari laman Crash.net.

"Saya mempelajari pembalap lain dan mencoba untuk meningkatkan kemampuan di area di mana mereka lebih baik dari saya," lanjutnya.

"Tetapi saya tidak akan pernah bisa meniru gaya kerja atau gaya berkendara mereka secara persis. Anda dapat meniru pengaturannya, tetapi kemudian berkendara dengan pengaturan tersebut adalah sesuatu yang sama sekali berbeda," katanya lagi.

Menurut Di Giannantonio, perbedaan gaya balap menjadi faktor krusial dalam menentukan setelan motor. 

Dalam persaingan yang ditentukan oleh selisih waktu sepersekian detik, setiap pembalap harus menemukan kombinasi terbaik yang sesuai dengan karakter masing-masing.

"Jika saya meniru pengaturan Marc, saya pasti akan finis terakhir," lanjut pembalap berusia 27 tahun itu.

"Ini tentang apa yang Anda tuntut dari motor, apa yang Anda tuntut dari tim, apa yang Anda butuhkan untuk merasa nyaman, untuk mendorong, dan untuk mempercayai motor," tukasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pernah Cium Bau Aneh Sebelum Pesawat Lepas Landas? Ini Penjelasannya
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Pakai KUHAP Baru, KPK Tak Lagi Pajang Para Tersangka Saat Konferensi Pers
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Gugat Denada Tambunan atas Dugaan Penelantaran Anak, Pihak Ressa Rizky Rossano Bakal Buka Fakta Sebenarnya
• 14 jam lalugrid.id
thumb
Pengamat: Ada Pergeseran Strategi Kerja Sama Pertahanan RI-Turki
• 15 jam lalurepublika.co.id
thumb
PSSI Datangkan Profesor Fisik Peraih Emas Olimpiade ke Timnas Indonesia
• 31 menit lalugenpi.co
Berhasil disimpan.