Indonesia-China terus memperkuat kerja sama perdagangan, investasi, dan industri. Salah satunya melalui China Chamber of Commerce in Indonesia (CCCI).
IDXChannel - Pemerintah Indonesia terus memperkuat dan memperdalam hubungan bilateral dengan berbagai negara mitra strategis untuk membangun ekonomi jangka panjang. Salah satu kerja sama strategis yang komprehensif dan berkelanjutan dilakukan Indonesia dengan China pada berbagai bidang, seperti perdagangan, investasi, dan industri.
Kemitraan Indonesia-China juga terus diperkuat melalui peran aktif berbagai pemangku kepentingan, salah satunya China Chamber of Commerce in Indonesia (CCCI).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan dengan populasi China mencapai 1,4 miliar jiwa dan berada di urutan kedua di dunia, sementara Indonesia memiliki 285 juta jiwa berada di urutan keempat, keduanya merupakan anggota G20, dan China merupakan negara dengan ekonomi terbesar kedua dengan PDB USD17,8 triliun dan Indonesia memiliki PDB USD1,4 triliun.
“Ini benar-benar merupakan tonggak penting bahwa kolaborasi dan kerja sama antara kedua negara terbuka. Ini adalah pasar besar yang menawarkan peluang bagi kedua perusahaan dan kedua negara,” kata Airlangga saat menyampaikan keynote speech dalam acara 20th Anniversary Celebration of the China Chamber of Commerce in Indonesia, Jumat (9/1/2026).
Selama dua dekade terakhir, CCCI telah berkembang menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan dunia usaha, sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara. Penguatan kerja sama tersebut juga semakin ditegaskan melalui kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Republik Rakyat China pada November 2024 yang menjadi tonggak penting dalam hubungan bilateral kedua negara.
Selain menjadi mitra dagang utama Indonesia dengan besaran mencapai USD135,2 miliar pada 2024, kerja sama kedua negara juga terus menunjukkan kemajuan strategis melalui inisiatif Two Parks Twin Countries (TCTP). Inisiatif TCTP tersebut merupakan kerangka kerja sama strategis untuk memperkuat kolaborasi industri, memfasilitasi investasi, dan mengintegrasikan rantai pasok.
Nota Kesepahaman terkait TCTP yang pertama kali diluncurkan pada 2021 lalu telah diperbarui pada Mei 2025 melalui penandatanganan antara Airlangga dengan Menteri Perdagangan Republik Rakyat China Wang Wentao, dan disaksikan secara langsung oleh Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Li Qiang. Hal tersebut menjadi salah satu wujud nyata dalam menunjukkan komitmen politik yang kuat di tingkat tinggi.
Sebagai bagian integral dari penguatan kerja sama TCTP tersebut, telah dilakukan penandatanganan 16 proposal proyek antara perusahaan-perusahaan Fujian dan mitra-mitra Indonesia dengan nilai total sebesar Rp36,4 triliun atau sekitar USD2,19 miliar. Berbagai proyek tersebut mencakup sejumlah sektor strategis, termasuk logam dasar, pengolahan daging dan makanan laut, tekstil, teh, furnitur, drone, baterai, dan kecerdasan buatan.
“Ke depannya, Indonesia menyambut baik kolaborasi yang lebih dalam di bidang infrastruktur, logistik, industri hilir, manufaktur, energi terbarukan, ekonomi digital, AI, komputasi kuantum, ketahanan pangan, kesehatan, dan pengembangan sumber daya manusia,” kata Airlangga.
Berkaitan dengan investasi, Pemerintah Indonesia juga terus berkomitmen untuk meningkatkan iklim investasi melalui reformasi regulasi, pengembangan infrastruktur, dan konsistensi kebijakan untuk memastikan Indonesia tetap menjadi tujuan investasi jangka panjang yang menarik. Indonesia kini memiliki gugus tugas untuk mempercepat program-program strategis pemerintah yang akan membantu mempercepat proses investasi.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut di antaranya yakni Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Transmigrasi, Duta Besar China Untuk Indonesia, Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Ketua China Chamber of Commerce in Indonesia, serta Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian.
(Febrina Ratna Iskana)




