Jakarta, tvOnenews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru saja menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam kasus dugaan korupsi kuota haji 2024.
Selain Yaqut Cholil Qoumas, KPK juga menetapkan Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex selalu staf khususnya.
Penetapan tersangka ini akhirnya dilakukan oleh KPK setelah sekian bulan lamanya.
Menyikapi penetapan tersangka ini, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengatakan dirinya menyerahkan seluruhnya kepada penegak hukum.
Gus Yahya juga menegaskan, bahwa dirinya enggan ikut-ikutan dalam kasus yang menjerat adiknya itu.
"Masalah hukum terserah proses hukum. Saya sama sekali tidak ikut campur," katanya dikutip Minggu (11/1/2026).
Gus Yahya juga mengungkapkan, bahwa PBNU tidak terlibat apapun dalam kasus ini.
"PBNU tidak terkait. Tindakan individu tidak mewakili organisasi," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, KPK membeberkan peran kedua tersangka dalam dalam kasus ini.
Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu menjelaskan sebelum dugaan korupsi ini muncul, Presiden Jokowi dan Muhammad bin Salman sempat bertemu terlebih dahulu.
Pertemuan itu membicarakan terkait masa tunggu haji reguler yang mencapai puluhan tahun. Akhirnya pihak Arab Saudi memberikan kuota tambahan sebanyak 20.000.
Singkatnya pada pelaksaan, Yaqut Cholil Qoumas membagikan setengah-setengah kuota tambahan ini untuk 10 ribu haji reguler dan 10 ribu bagi haji khusus.
Sehingga, apa yang dilakukan oleh Yaqut tidak sesuai dengan aturan atau perundang-undangan yang berlaku.
"Jadi titik awalnya dari pembagian itu, 10 ribu, 10 ribu," jelasnya.
Selanjutnya sambung Asep, IAA atau Alex yang merupakan staf ahli dari Yaqut turut serta dalam pembagian ini.
Lalu, KPK juga melihat dalam pembagian ini terdapat aliran dana kembali, sehingga menimbulkan polemik dan dugaan korupsi.
"Kami dalam penyidikan ini menemukan adanya aliran uang kembali," ujarnya. (aha/iwh)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469109/original/040554100_1768059599-InShot_20260110_145713718.jpg)



