AS Sebut Milisi Usir Warga Amerika, Venezuela Tegaskan Negaranya Aman dan Stabil

pantau.com
10 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kementerian Luar Negeri Venezuela membantah tuduhan Amerika Serikat terkait kondisi keamanan di negaranya dan menegaskan bahwa Venezuela berada dalam situasi aman, stabil, dan terkendali.

Pernyataan ini merespons peringatan Departemen Luar Negeri AS yang menyebut adanya kelompok bersenjata atau colectivos yang diduga mendirikan pos pemeriksaan untuk mengusir warga Amerika Serikat serta mencari pendukung AS di Venezuela.

Pemerintah AS bahkan meminta seluruh warga negaranya segera meninggalkan Venezuela karena alasan keamanan.

Kementerian Luar Negeri Venezuela menyatakan bahwa peringatan tersebut tidak berdasar dan hanya bertujuan membangun persepsi negatif.

"Kementerian Luar Negeri Venezuela mencatat bahwa peringatan keamanan yang dikeluarkan Departemen Luar Negeri AS didasarkan pada spekulasi yang bertujuan membentuk persepsi risiko yang sebenarnya tidak ada," ungkap pernyataan resmi pemerintah Venezuela.

Venezuela Klaim Kondisi Negara Terkendali

Pemerintah Venezuela menegaskan bahwa situasi nasional berada dalam kondisi "ketenangan, kedamaian, dan stabilitas penuh".

Disebutkan pula bahwa seluruh pemukiman warga, rute transportasi, pos pemeriksaan, serta sistem keamanan negara beroperasi secara normal.

Selain itu, pemerintah Venezuela memastikan seluruh persenjataan nasional berada dalam kendali penuh negara.

Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat pada 3 Januari 2026 melancarkan operasi militer besar-besaran ke Venezuela.

Dalam operasi tersebut, Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap oleh pasukan AS dan dibawa ke New York.

Penangkapan Maduro Picu Reaksi Internasional

Pemerintah AS menuduh Nicolás Maduro dan Cilia Flores terlibat dalam kasus "narko-terorisme" yang dinilai mengancam keamanan nasional Amerika Serikat.

Pasca penangkapan itu, Mahkamah Agung Venezuela menetapkan Wakil Presiden Delcy Rodriguez sebagai presiden ad interim.

Delcy Rodriguez kemudian resmi dilantik sebagai presiden sementara pada 5 Januari 2026.

Tindakan militer Amerika Serikat terhadap Venezuela menuai kecaman dari sejumlah negara.

Rusia, China, dan Korea Utara secara terbuka mengecam langkah tersebut.

Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan solidaritasnya kepada rakyat Venezuela dan menyerukan pembebasan Nicolás Maduro serta istrinya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Terpisah Saat Ziarah, Warga Purbalingga Ditemukan Berjalan Kaki di Tol Tandes
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kemenhaj perkuat pendidikan Bahasa Arab dasar bagi PPIH 2026
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Nilai Perdagangan RI-China Tembus 135,2 Miliar Dolar AS
• 18 jam lalurepublika.co.id
thumb
Daftar Lengkap Badan PBB dan Non-PBB: Organ Utama, Agensi Khusus, dan Fungsinya
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
• 11 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.