Trump Sudah Diberi Opsi Serang Iran saat Demo Besar-besaran Berlanjut

detik.com
11 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Presiden AS Donald Trump telah diberi pengarahan terkait opsi baru untuk serangan militer di Iran. Di saat yang sama ia mempertimbangkan menindaklanjuti ancamannya menyerang Iran karena menindak keras para demonstran.

Hal itu disampaikan beberapa pejabat AS yang mengetahui masalah tersebut, dilansir New York Times, Minggu (11/1/2026). Trump disebut belum membuat keputusan akhir, tetapi para pejabat mengatakan ia serius mempertimbangkan untuk mengizinkan serangan sebagai tanggapan atas upaya rezim Iran untuk menekan demonstrasi yang dipicu oleh keluhan ekonomi yang meluas.

Trump disebut telah diberi berbagai opsi, termasuk serangan terhadap situs non-militer di Teheran, kata pejabat AS tersebut secara anonim.

Saat ditanya tentang perencanaan serangan potensial, Gedung Putih merujuk pada pernyataan Trump di akun media sosialnya. Trump menyebut akan membantu.

Baca juga: Trump Bilang Iran dalam Masalah Besar, Ingatkan Tidak Tembak Demonstran

"Iran sedang melihat kebebasan, mungkin seperti belum pernah terjadi sebelumnya," tulis Trump di media sosial pada hari Sabtu.

"AS siap membantu!!!"

Diketahui demonstrasi di Iran mulai terjadi pada akhir Desember sebagai respons terhadap krisis mata uang, tetapi sejak itu demonstrasi tersebut menyebar dan bertambah besar karena banyak warga Iran menyerukan perubahan besar-besaran terhadap pemerintahan otoriter negara itu. Pejabat Iran telah mengancam akan menindak demonstrasi tersebut, dan puluhan demonstran telah tewas, berdasarkan laporan kelompok hak asasi manusia.

Sementara itu, Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengatakan pemerintah "tidak akan mundur" dalam menghadapi protes skala besar.

Trump telah berulang kali mengancam akan menggunakan kekuatan mematikan terhadap pemerintah Iran atas upaya mereka untuk menekan demonstrasi. Trump mengatakan bahwa Iran "sedang dalam masalah besar."

"Saya telah menyatakan dengan sangat tegas bahwa jika mereka mulai membunuh orang seperti yang telah mereka lakukan di masa lalu, kami akan ikut campur," kata Trump kepada wartawan pada hari Jumat, saat bertemu dengan para eksekutif perusahaan minyak.

"Kami akan menyerang mereka dengan sangat keras di titik lemah mereka. Dan itu tidak berarti mengerahkan pasukan darat, tetapi itu berarti menyerang mereka dengan sangat, sangat keras di titik lemah mereka. Jadi kami tidak ingin itu terjadi," imbuhnya.




(yld/knv)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Susu UHT Langka di Diborong SPPG, BGN Minta Masyarakat Beralih Sumber Protein Lain
• 4 jam laludisway.id
thumb
Kasus Kematian Diplomat Muda Kemlu Dihentikan, Keluarga Arya Daru Beri Respon: Tidak Menerima
• 15 jam lalugrid.id
thumb
Catatan 14 Laga Terakhir Persib Versus Persija, Maung Bandung Lebih Unggul
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Jadwal Bola 12-14 Januari 2026: El Clasico, FA Cup, hingga Liga 1
• 6 jam lalumerahputih.com
thumb
Hasil BRI Super League: Gulung Semen Padang, Persis Sukses Akhiri Tren 15 Laga Tanpa Kemenangan
• 5 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.