Liputan6.com, Jakarta - Pembangunan lima jembatan darurat (Bailey) di Aceh pada Minggu (11/1/2026) telah melampaui 50 persen. Jika rampung, jembatan-jembatan tersebut diharapkan dapat memulihkan konektivitas di sejumlah wilayah yang sempat terputus akibat banjir bandang dan longsor.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari mengatakan, pembukaan kembali jalur di Aceh telah memasuki tahap akhir dan tinggal selangkah lagi untuk dapat terhubung secara fungsional.
Advertisement
"Upaya penanganan darurat terhadap terputusnya akses jalur Aceh terus menunjukkan perkembangan signifikan," kata Muhari melalui keterangan tertulis.
Pembangunan lima jembatan dengan progres signifikan berada di Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Timur. Jembatan-jembatan itu dibangun TNI melalui Komando Daerah Militer (Kodam) Iskandar Muda.
Di Kabupaten Bener Meriah, tiga jembatan Bailey mencatat kemajuan pembangunan yang pesat, di mana progresnya sudah mencapai lebih dari 80 persen.



