JAKARTA, KOMPAS.TV - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengklarifikasi soal anggaran Rp100 miliar untuk pembongkaran tiang monorel mangkrak di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan. Pramono menegaskan, anggaran tersebut tidak hanya untuk pembongkaran tiang, melainkan juga perbaikan dan penataan jalan.
Hal tersebut disampaikan Pramono Anung saat menghadiri haul ke-85 Mohammad Hoesni Thamrin atau MH Thamrin di TPU Karet Bivak, Jakarta, Minggu (11/1/2026).
"Saya juga ingin meluruskan dalam kesempatan ini Rp100 miliar yang dikeluarkan itu bukan hanya untuk membongkar, tetapi untuk membuat jalan, trotoar, merapikan dan sebagainya biaya keseluruhan untuk memperbaiki jalan Rasuna Said itu angkanya Rp100 miliar," kata Pramono Anung.
"Jadi bukan hanya bongkar, kalau bongkar kecil bangetlah."
Baca Juga: Pramono Anung Bongkar Tiang Monorel Senin Pekan Depan, Undang Sutiyoso
Pramono menyatakan pembongkaran tiang monorel mangkrak akan dimulai pada Rabu (14/1) besok. Pembongkaran ini disebut akan menjadi salah satu prioritasnya sesuai permintaan mantan gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso.
Pramono pun mengaku akan mengundang Sutiyoso ke dalam acara pembongkaran monorel tersebut. Sebab, proyek monorel yang mangkrak dimulai saat Sutiyoso memimpin pada 2004.
"Minggu depan ini monorel yang sudah dibangun dari tahun 2004, kita bongkar. Saya berharap Bang Yos bisa lebih nyenyak tidurnya karena monorel menjadi beban pribadi beliau," kata Pramono Anung dikutip Antara.
"Maka, nanti minggu depan ini saya akan undang Bang Yos untuk hadir supaya monorel itu kita bersihkan jalannya, kita rapikan."
Proyek pembangunan beton monorel di kawasan Rasuna Said diketahui dimulai tahun 2004 oleh Sutiyoso. Namun, pembangunan ini berhenti pada 2007 karena masalah pendanaan dan aset.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- pembongkaran tiang monorel
- anggaran bongkar monorel
- pramono anung
- monorel
- rasuna said




