Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jawa Tengah
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia berdasarkan pemantauan Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB pada periode 11 Januari 2026. Bencana yang terjadi masih didominasi hidrometeorologi basah, terutama banjir.
Di Provinsi Jawa Tengah, banjir melanda Kabupaten Kudus pada Jumat, 9 Januari 2026, sekitar pukul 18.00 WIB. Peristiwa ini dipicu curah hujan tinggi dengan durasi cukup lama yang menyebabkan debit Sungai Gelis, Sungai Piji, dan Sungai Dawe meningkat dan meluap.
Luapan air tidak tertampung oleh alur sungai dan sistem drainase, sehingga menggenangi permukiman warga serta sejumlah fasilitas umum.
Banjir berdampak pada enam kecamatan, yakni Mejobo, Kota, Jekulo, Bae, Dawe, dan Gebog. Pada awal kejadian, ketinggian muka air mencapai sekitar 50 sentimeter dengan variasi genangan di sejumlah desa.
Selain merendam permukiman, banjir juga mengganggu akses jalan, jembatan, serta lahan pertanian di sekitar daerah aliran sungai.
Berdasarkan data sementara, banjir berdampak pada 4.668 kepala keluarga atau sekitar 14.143 jiwa. Sebanyak 4.668 unit rumah terdampak, 65 titik akses jalan tergenang, beberapa jembatan mengalami gangguan, serta sekitar 120,8 hektare lahan persawahan terendam.
Tidak ada laporan korban jiwa, namun kerugian materiil cukup signifikan akibat kerusakan infrastruktur dan terhambatnya aktivitas masyarakat.
BPBD Kabupaten Kudus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Tengah dan instansi terkait untuk melakukan pendataan, evakuasi warga, serta pendistribusian bantuan logistik. BPBD juga menyalurkan logistik untuk mendukung kerja bakti pembersihan material banjir dan longsor, serta melakukan pemantauan intensif di wilayah terdampak dan pintu-pintu air.
Penanganan banjir dilakukan dalam status siaga darurat berdasarkan Keputusan Bupati Kudus Nomor 300.2/296/2025 dan Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 100.3.3.1/409 Tahun 2025/2026.
Unsur yang terlibat antara lain BPBD, pemerintah desa dan kecamatan, TNI/Polri, perangkat daerah terkait, relawan, organisasi kemasyarakatan, pihak swasta, serta masyarakat setempat.
Sebagian besar genangan dilaporkan berangsur surut. Namun, sejumlah desa di Kecamatan Mejobo masih tergenang dengan ketinggian sekitar 5 hingga 50 sentimeter. Penanganan longsor dan pembersihan material masih berlangsung di Kecamatan Dawe, Gebog, dan Bae.
Debit air di Bendung Klambu terpantau stabil pada kisaran 478,6 meter kubik per detik, dengan petugas tetap siaga mengantisipasi potensi peningkatan debit susulan.
Masih di Jawa Tengah, cuaca ekstrem melanda Kabupaten Kendal pada Sabtu, 10 Januari 2026, sekitar pukul 17.40 WIB.
Hujan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang menyebabkan kerusakan di Kecamatan Rowosari, khususnya di Desa Bulak, Gebanganom, Tanjunganom, dan Rowosari.
Kejadian ini berdampak pada sekitar 10 kepala keluarga. Rinciannya, enam KK terdampak di Desa Bulak, dua KK di Desa Rowosari, serta masing-masing dua KK di Desa Gebanganom. Tidak ada korban jiwa, namun sejumlah rumah dan tempat usaha mengalami kerusakan.
Kerugian materiil meliputi satu unit rumah rusak berat, enam unit rumah rusak ringan, serta tiga unit tempat usaha rusak berat. BPBD Kabupaten Kendal telah melakukan asesmen dan penanganan pohon tumbang yang menutup akses jalan maupun menimpa bangunan warga.
Penanganan dilakukan dalam status siaga darurat bencana banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung di Kabupaten Kendal, serta status siaga darurat cuaca ekstrem di Provinsi Jawa Tengah.
Kendala di lapangan antara lain pemadaman listrik di beberapa lokasi. Hingga laporan ini disusun, pohon tumbang telah dibersihkan, sementara perbaikan rumah dan tempat usaha dilakukan secara bertahap dengan pendampingan pihak terkait.
Editor: Redaksi TVRINews

