Jakarta, tvOnenews.com - Inter Milan mulai menyusun ulang peta kekuatan mereka untuk musim depan, khususnya di sektor kanan pertahanan yang dinilai membutuhkan penyegaran. Perubahan arah ini membuat satu nama kini mencuat sebagai target utama dalam rencana belanja musim panas 2026.
Wing-back Atletico Madrid, Nahuel Molina, disebut berada di posisi teratas dalam daftar incaran Nerazzurri. Pemain asal Argentina itu bahkan dikabarkan telah melampaui talenta muda Serie A, Marco Palestra, yang sebelumnya masuk radar utama klub.
Laporan Tuttosport menyebut Inter kini bersikap lebih realistis dalam menentukan prioritas transfer. Manajemen klub ingin memastikan setiap investasi benar-benar memberikan dampak langsung bagi kebutuhan tim utama.
Salah satu faktor yang memengaruhi perubahan sikap Inter adalah banderol tinggi yang dipatok Atalanta untuk Palestra. Klub asal Bergamo tersebut dikabarkan meminta dana sekitar 40 juta euro, angka yang dinilai terlalu besar untuk pemain yang masih berada dalam tahap pengembangan.
Nominal tersebut dianggap setara dengan harga pemain-pemain mapan yang pernah dikaitkan dengan Inter pada bursa transfer sebelumnya. Situasi ini membuat manajemen di Viale della Liberazione berpikir ulang sebelum mengambil keputusan besar.
Inter juga mempertimbangkan risiko kehilangan Denzel Dumfries pada musim panas mendatang. Bek asal Belanda itu memiliki klausul rilis senilai 25 juta euro yang bisa diaktifkan klub lain sewaktu-waktu.
Jika Dumfries benar-benar hengkang, Inter membutuhkan pengganti yang siap pakai dan berpengalaman. Klub tidak ingin sektor kanan pertahanan kembali menjadi titik lemah di tengah persaingan ketat Serie A dan kompetisi Eropa.
Di sinilah nama Nahuel Molina menjadi semakin relevan. Pengalamannya bersama Atletico Madrid dan tim nasional Argentina membuatnya dinilai sebagai opsi aman dan matang.
Molina dikenal sebagai wing-back modern yang solid dalam bertahan dan agresif saat membantu serangan. Karakter tersebut dinilai selaras dengan kebutuhan Inter yang mengandalkan keseimbangan antara disiplin taktik dan daya gedor dari sisi sayap.
Selain itu, Molina diyakini mampu beradaptasi dengan cepat tanpa membutuhkan waktu penyesuaian yang panjang. Hal ini menjadi nilai tambah dibandingkan pemain muda yang masih memerlukan proses perkembangan.




