Megawati Sapa Kader PDIP-Warga Terdampak Bencana Sumatera: Bantuan Harus Cepat

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memantau langsung kondisi pengiriman bantuan hingga pemulihan pascabencana di Aceh melalui video call.

Ia berkomunikasi dengan kader PDIP dan warga di atas Kapal Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati yang sedang berada di Lhokseumawe, Aceh, pada hari kedua Rakernas PDIP di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta Utara, Minggu (11/1).

Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Kerakyatan DPP PDIP Sri Rahayu menyampaikan laporan kepada Megawati dari lokasi. Ia menjelaskan pelayanan kemanusiaan dilakukan bersama kru kapal, tenaga medis, serta pengurus DPD dan DPC PDIP setempat.

Ia pun menyebutkan, pelayanan kesehatan gratis telah menjangkau ratusan warga terdampak.

“Kami hari ini, Ibu, ada 800 orang lebih yang melakukan pemeriksaan dan pengobatan, baik orang tua maupun anak-anak,” kata Sri memulai laporannya.

Selain pengobatan, dapur umum juga dibuka untuk memenuhi kebutuhan pangan warga.

“Dan kami sesuai dengan perintah Ibu, yang berobat kita siapkan untuk bingkisan dan sekaligus juga kita membuka dapur umum,” ungkapnya.

Megawati Pastikan Kesiapan Operasional dan Logistik

Megawati kemudian berdialog langsung dengan Kapten Kapal, Hermanto Sinaga, untuk memastikan kesiapan operasional tim di lapangan.

“Terima kasih sekali ya. Terus masih bisa berjalan sampai berapa lama, sebelum kembali ke Jakarta?” tanya Megawati ke Kapten Hermanto.

Kapten Hermanto menegaskan kesiapan kru kapal untuk tetap bertugas jika masih dibutuhkan.

“Untuk itu tergantung nanti orderannya ke kapal, Bu. Kalau memang masih dibutuhkan di sini, kita siap untuk dari kru kapal, Bu,” ungkapnya.

Megawati menekankan pentingnya pencatatan kebutuhan medis agar tidak terjadi kekosongan obat-obatan.

“Dan begitu juga bagi mereka yang melakukan pengobatan dan lain sebagainya, itu untuk semuanya segera dicatat obat-obatan yang masih kurang,” tutur Megawati.

Sri juga melaporkan jenis penyakit yang paling banyak diderita warga pascabencana.

“Sebagian besar sakitnya gatal, Ibu. Kemudian tekanan darah tinggi yang banyak. Sakit mata, kemudian diare,” jelasnya.

Salah satu dokter yang bertugas di lapangan juga menambahkan bahwa bayi dan balita menjadi kelompok paling rentan.

“Untuk bayi dan balita, kebanyakan kasus kami di lapangan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) karena setelah banjir bandang, banyak sekali debu,” ujar dr. Michelle.

Megawati Tekankan Kecepatan, Singgung Pengalaman Saat Jadi Wapres

Menanggapi laporan tersebut, Megawati menegaskan kecepatan penyaluran bantuan menjadi faktor paling krusial dalam penanganan bencana.

“Yang paling dibutuhkan adalah kecepatan waktu,” katanya.

Megawati secara khusus menyinggung pengalamannya saat menjabat sebagai Wakil Presiden ke-8, yang menurutnya mengajarkan pentingnya memperhitungkan waktu perjalanan dalam distribusi bantuan.

“Karena saya waktu menjadi Wapres, itu yang paling harus disuruh adalah kadang-kadang suka lupa bahwa perjalanan itu ada,” kata Mega.

“Cepet loh ini dikirim permintaan yang dibutuhkan. Karena tentunya nanti kita membawanya yang tentunya membutuhkan waktu. Jangan sampai kosong,” lanjutnya.

Megawati juga meminta agar komunikasi langsung dimanfaatkan untuk menghimpun kebutuhan warga secara menyeluruh.

“Supaya jangan bolak-balik. Jadi selagi berhubungan ini langsung dengan saya. Tanyakan sama warga, apa saja kebutuhannya,” katanya.

Warga Butuh Sekop, Terpaksa Sewa Beko Rp 900 Ribu per Jam

Dalam panggilan itu, Megawati juga berkomunikasi dengan warga. Mereka membutuhkan alat pembersihan lumpur dan puing pascabencana.

Bahkan, dalam laporan itu disebutkan beberapa dari mereka terpaksa menyewa alat berat beko senilai Rp 900 ribu per jam.

Selain alat berat, warga juga membutuhkan peralatan sederhana untuk membersihkan rumah dan lingkungan.

Megawati turut menanyakan kondisi anak-anak pascabencana dan berharap aktivitas pendidikan segera pulih total.

“InsyaAllah bisa cepat segera dilakukan supaya anak-anak kembali bersekolah ya,” tandasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kemensos Buka Seleksi Sekolah Rakyat Februari 2026, Target Tampung 45 Ribu Siswa
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Jalan Utama Putus Imbas Longsor, 3.522 Warga Desa Tempur Jepara Terisolasi
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Tak Hanya Pindahkan Patung, Pramono Juga Akan Perbaiki Museum MH Thamrin
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Antrean Panjang Terjadi di Jalur Lembah Anai Pascabencana
• 16 jam laludetik.com
thumb
Momen Purbaya Ditelepon Prabowo Sebelum Tetapkan TKD Aceh Tak Dipotong
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.