Jakarta, VIVA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), bersama PT Pos Indonesia (Persero), menyalurkan bantuan senilai Rp500 juta bagi masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Penyaluran bantuan dipercayakan kepada Rumah Zakat.
Bantuan ini tidak difokuskan pada respons darurat semata, melainkan diarahkan untuk fase pemulihan, sebuah tahap yang kerap luput dari perhatian publik namun justru menjadi penentu bagi keberlangsungan hidup masyarakat terdampak.
Chief Finance and Operation Officer Rumah Zakat, Murni Alit Baginda, menjelaskan bahwa dana amanah dari BTN dan Pos Indonesia akan digunakan untuk mendukung kebutuhan pemulihan masyarakat di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Fase pemulihan merupakan tahap krusial yang kerap luput dari perhatian, padahal justru menentukan keberlanjutan kehidupan masyarakat pascabencana.
“Hari ini kami mendapatkan amanah dan kepercayaan dari BTN dan Pos Indonesia untuk menyalurkan bantuan senilai Rp500 juta bagi saudara-saudara kita di Sumatera. Fokus kami adalah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, terutama untuk mendukung fase pemulihan,” ujar Murni dikutip dari keterangannya, Minggu, 11 Januari 2026.
Menurut Murni, fase pemulihan sering kali menjadi periode terberat bagi korban bencana. Ketika sorotan publik mulai mereda dan bantuan darurat berkurang, masyarakat justru dihadapkan pada kebutuhan yang lebih kompleks, mulai dari tempat tinggal sementara, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga upaya memulihkan roda kehidupan sehari-hari.
“Pada tahap ini, masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan darurat. Mereka membutuhkan dukungan untuk mulai membangun kembali kehidupan secara bertahap dan berkelanjutan,” katanya.
Karena itu, Rumah Zakat memprioritaskan penyaluran bantuan dalam bentuk hunian sementara serta perlengkapan kebutuhan dasar, agar keluarga terdampak dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih layak.
Dalam setiap penanganan bencana, Rumah Zakat tidak hanya hadir di fase awal, tetapi juga mendampingi masyarakat hingga proses pemulihan. Pendekatan ini mencakup pembangunan hunian sementara, distribusi logistik, layanan kesehatan, hingga program pemulihan ekonomi berbasis komunitas.
Murni menegaskan bahwa kolaborasi dengan BTN dan Pos Indonesia memperkuat upaya tersebut, terutama dari sisi jangkauan dan efektivitas distribusi bantuan.




